Warga Papua Barat Gelar Ritual Adat Tolak Corona

0
4
Bandara Ayawasi di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, ditutup demi mencegah penyebaran virus corona

Jumat 27 Mar 2020 10:21 WIB

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra

Warga Papua Barat Gelar Ritual Adat Tolak Corona

REPUBLIKA.CO.ID, MAYBRAT — Ritual adat Tah Was yang diyakini bisa mengusir segala jenis penyakit, termasuk wabah corona atau Covid-19, digelar di Kampung Yumame, Distrik Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Papua Barat.

Pelaksanaan ritual adat itu merupakan bagian dari acara deklarasi pemerintah daerah dalam melawan Covid-19 di Kantor Kampung Yumame, Kamis (26/3), yang dipimpin langsung oleh Bupati Maybrat Bernard Sagrimserta dihadiri oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19, pegawai pemerintah, dan warga.

Ritual adat Tah Was dilakukan oleh Markus Bortall, tetua adat setempat. Markus mengatakan bahwa ritual Tah Was biasa dilakukan oleh orang tua Maybrat pada masa dulu guna mengobati berbagai penyakit.Menurut dia, ritual adat tersebut dilakukan didasari pada keyakinan bahwa alam bisa mengusir segala penyakit.

Setelah ritual adat selesai dilaksanakan, Bupati Bernard Sagrim bersama Ketua DPRD Maybrat Fernando Solossaserta pejabat lainnya menyampaikan penyuluhan mengenai upaya pencegahan penularan Covid-19 kepada warga, utamanya yang tinggal di daerah perbatasan seperti Kampung Konja, Aiwasi,Yumame, Welek, dan Athabu.

Bupati Bernard Sagrim mengatakan bahwa pemerintah berupaya mencegah penyebaran virus corona dengan membatasi akses keluar masuk wilayah Kabupaten Maybrat selama 14 hari ke depan. Dia juga mengimbau seluruh pegawai negeri dan warga Kabupaten Maybrat untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar daerah serta menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang guna menghindari penularan virus corona.

Virus corona adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit pada binatang dan manusia. Pada manusia, virus itu menyebabkan infeksi saluran pernafasan, termasuk virus corona tipe baru yang menimbulkan pandemi Covid-19 global.

Corona menular dari satu orang ke orang lain melalui percikan cairan yang keluar dari hidung atau mulut orang terinfeksi saat batuk, bersin, atau menghembuskan nafas. Percikan cairan itu jatuh ke benda dan permukaan di dekat orang itu. Orang lain bisa tertular virus kalau menyentuh benda atau permukaan yang kena percikan cairan tersebut.

Orang juga bisa tertular kalau menghirup percikan cairan dari orang yang sakit Covid-19, karenanya sangat penting menjaga jarak minimal satu meter dengan orang yang sedang sakit dan menghindari kerumunan massa guna mencegah penularan penyakit ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here