KESEHATAN

Wagub DKI Jakarta Positif Corona, Ini Gejala COVID-19 dari Hari ke Hari

Senin, 30 Nov 2020 07:46 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta dinyatakan positif COVID-19. Orang nomor dua di DKI ini menambah daftar baru pejabat yang tertular COVID-19.

Kabar positif COVID-19 dirinya disampaikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Minggu (29/11/2020). Wagub DKI Ahmad Riza Patria diketahui positif COVID-19 dari hasi tes PCR Dinkes Provinsi DKI Jakarta.

“Alhamdulillah, meskipun hasil testing pada Jumat (27/11) kemarin menunjukkan positif COVID-19, kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali,” kata Ahmad Riza Patria.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut 40 persen kasus COVID-19 tak menunjukkan gejala, sementara 20 persen pasien COVID-19 yang awalnya tanpa gejala mengalami kondisi parah bahkan hingga kritis.

Di antara pasien yang mengalami gejala COVID-19, demam dan batuk biasanya merupakan gejala pertama yang muncul sebagai peringatan akan kemungkinan infeksi.

Gejala Corona kemudian sering diikuti oleh sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri, mual atau diare.

Namun, beberapa pasien COVID-19 dengan infeksi parah umumnya mengalami kesulitan bernapas, dan ini menjadi gejala utama mereka. Ahli kesehatan telah mencatat bahwa gejala umumnya tidak langsung muncul setelah seseorang terinfeksi.

“Masa inkubasi rata-rata virus adalah sekitar empat hingga lima hari,” menurut CDC.

Berikut gejala COVID-19 yang muncul hari ke hari, dikutip dari Express UK:

Hari ke-1: Muncul gejala COVID-19 ringan. Pengidap Corona biasanya mengalami demam yang diikuti dengan batuk.

Sebagian kecil pasien COVID-19 mungkin mengalami diare atau mual satu atau dua hari sebelumnya, yang bisa menjadi tanda infeksi yang lebih parah.

Hari ke-3: Sebuah studi terhadap lebih dari 550 rumah sakit di China menemukan bahwa pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit mengembangkan pneumonia pada hari ketiga infeksi mereka.

Hari ke-5: Dalam kasus COVID-19 parah, gejala Corona yang diidap pasien bisa mulai memburuk.

Baca juga: Ini Penyebab Lonjakan COVID-19 di Jateng Tembus 2.000 Kasus

Pasien mungkin mengalami kesulitan bernapas, terutama jika mereka lebih tua atau memiliki penyakit penyerta yang sudah ada sebelumnya.

Hari ke-7: Ini adalah waktu yang dibutuhkan rata-rata bagi beberapa pasien COVID-19 di Wuhan untuk dirawat di rumah sakit setelah gejala mulai muncul.

Pasien Wuhan lainnya mengalami sesak napas pada hari ini.

Hari ke-8: Pada hari ke delapan, pasien dengan kasus parah COVID-19 kemungkinan besar akan mengalami sesak napas, pneumonia, atau sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), penyakit yang mungkin memerlukan intubasi. ARDS seringkali berakibat fatal.

Hari ke-9: Beberapa pasien Wuhan mengembangkan sepsis, infeksi yang disebabkan oleh respons kekebalan agresif.

Hari ke-10 hingga 11: Jika pasien memiliki gejala COVID-19 yang terus memburuk, kemungkinan besar mereka akan dirawat di ICU.

Pasien-pasien ini mungkin mengalami lebih banyak sakit perut dan kehilangan nafsu makan dibandingkan pasien COVID-19 dengan infeksi yang lebih ringan ringan.

Hari ke-12: Dalam beberapa kasus, pasien tidak mengembangkan ARDS sampai hampir dua minggu setelah penyakit mereka dimulai.

Satu studi menemukan bahwa dibutuhkan rata-rata 12 hari sebelum pasien COVID-19 dirawat di ICU.

Pasien yang sembuh mungkin demamnya hilang setelah 12 hari.

Hari ke-16: Pasien COVID-19 kemungkinan akan sembuh dari gejala di hari ini, batuk akan mulai menghilang, menurut sebuah penelitian.

Hari ke-17 hingga 21: Rata-rata, orang di Wuhan sembuh dari COVID-19 dan dipulangkan dari rumah sakit atau meninggal setelah 2,5 hingga 3 minggu.

Hari ke-19: Pasien mungkin melihat sesak napas mereka pulih pada hari ini, menurut sebuah penelitian.

Hari ke-27: Beberapa pasien tinggal di rumah sakit lebih lama. Rata-rata masa tinggal pasien COVID-19 di Wenzhou, China, adalah 27 hari.

Hanya karena pasien meninggalkan rumah sakit, bukan berarti gejala COVID-19 mereka hilang sepenuhnya.

Beberapa pasien virus Corona mengalami gejala selama berbulan-bulan, termasuk nyeri dada, sesak napas, mual, jantung berdebar-debar, dan hilangnya rasa dan penciuman. Hal ini kemudian dikenal dengan Long COVID.

Orang yang sakit dan tidak pernah dirawat di rumah sakit dapat mengalami gejala yang menetap atau berkepanjangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *