Terpopuler: 48 Kasus Corona N439K di RI, Disebut IDI Lebih ‘Smart’

0
41

Minggu, 14 Mar 2021 05:55 WIB

Tim detikHealth – detikHealth

Jakarta – Menyusul temuan 6 kasus varian Inggris Corona B117 di Indonesia, PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengingatkan ancaman lain yaitu mutasi N439K yang lebih ‘smart’. Pakar biologi molekuler menyebut sudah ditemukan 48 kasus di Indonesia.

“Jadi dari 547 sequens yang sudah dilaporkan ke GISAID, itu ada 48 yang membawa mutasi tadi N439K di Indonesia,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Subandrio, Kamis (11/3/2021).

Diperkirakan mutasi ini sudah ada di Indonesia sejak Desember 2020, ketika isolat yang mengandung mutasi ini dikumpulkan. Meski begitu, laporannya baru didapat sekitar Maret 2021.

Tak ada bukti lebih menular

Menurut Prof Amin, mutasi N439K tidak memberikan banyak perubahan pada virus Corona. Tidak ada perbedaan signifikan terkait keganasan maupun risiko penularan.

“Kalau dari tingkat keganasannya, prevalensinya, nggak berbeda dengan jenis lainnya, tetapi dia bisa mengikat pada sel manusia itu lebih kuat, dua kali lebih kuat, dampaknya bisa menginfeksi lebih mudah,” pungkasnya.

Dikutip dari berbagai sumber, mutasi N439K pertama kali terdeteksi di Skotlandia pada Maret 2020. Mutasi ini menjadi salah satu mutasi paling umum pada receptor binding domain (RBD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here