Khofifah Imbau Warga Jatim yang Merantau Tak Mudik hingga Corona Reda

0
67
Forkopimda Jatim/Foto: Istimewa

Hilda Meilisa Rinanda – detikNews

Senin, 30 Mar 2020 11:42 WIB

Surabaya – Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengimbau warga Jawa Timur yang merantau untuk tidak mudik pada Idul Fitri nanti. Ia meminta warga bersabar hingga pandemi corona atau covid-19 mereda.

“Untuk tahun ini, saya mohon yang sedang merantau terutama di Jakarta, mohon bersabar, tinggal saja di rumah. Nanti setelah wabah Covid 19 berhenti, monggo kalau panjenengan kondur (pulang),” kata Khofifah di Surabaya, Senin (30/3/2020).

Tak hanya itu, Khofifah juga mengimbau masyarakat Madura yang tengah merantau di luar Madura, khususnya yang dari Jakarta, Jateng, Jabar maupun daerah terjangkit lain, agar menunda mudik lebaran Idul Fitri.

Khofifah menyebut, imbauan ini demi kebaikan bersama dan keselamatan keluarga di kampung halaman dari bahaya covid-19. Khofifah pun ingin para perantau tetap tinggal di tempat perantauannya masing-masing.

“Kita imbau masyarakat yang sedang di Jakarta, mereka yang merantau, pelaku UMKM yang terdampak covid-19, kami minta untuk kebaikan kita bersama, tetaplah tinggal di rumah. Kalaupun ingin kembali mudik, tundalah sampai Idul Adha atau saat wabah sudah berhenti penyebarannya,” imbuh Khofifah.

Menurut Khofifah, tidak mudik atau menunda mudik lebaran menjadi solusi terbaik yang saat ini bisa diambil. Sedangkan jika sudah ada penduduk yang terlanjur mudik ke daerah, Khofifah meminta setiap RT hingga RW setempat melakukan pendataan dan melakukan pemantauan.

“Dan kami sudah meminta pemerintah kabupaten/kota agar juga menyiapkan ruang-ruang observasi. Dan saya meminta kabupaten/kota mulai bupati, camat, kepada desa dan Forkopimda untuk melakukan tracing bagi mereka yang baru pulang dari daerah terjangkit untuk diobservasi selama 14 hari. Kami harap seluruh keluarga juga memaklumi langkah ini,” lanjut Khofifah.

Hingga Minggu (29/3) sore, penyebaran covid-19 di Jatim, ada 90 orang positif covid-19, 336 orang dengan status PDP dan 5.071 orang berstatus ODP. Selain itu ada 13 orang dari total kasus positif dinyatakan sembuh dan 7 orang meninggal dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here