Fakta-fakta Subvarian Omicron Baru BA.4.6, Benarkah Lebih Berbahaya?

0
44

Selasa, 09 Agu 2022 06:53 WIB

Suci Risanti Rahmadania – detikHealth

Jakarta – Belum kelar gelombang Omicron BA.5, kini muncul lagi subvarian Omicron BA.4.6 yang tengah dalam pengawasan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan, subvarian Omicron BA.4.6 termasuk Varian of Concern (VoC) yang berpotensi memicu penularan lebih besar, penurunan efektivitas pengobatan, hingga peningkatan keparahan atau penurunan netralisasi antibodi.
Adapun subvarian tersebut merupakan penyumbang kasus COVID-19 di Amerika Serikat sekitar 4,1 persen pada akhir pekan 30 Juli lalu. Berikut fakta-faktanya.

Sudah Tersebar di Mana?

Selain Amerika, subvarian Omicron ini juga sudah terdeteksi di sejumlah wilayah, seperti Lowa, Kansas, Missouri, Nebraska, hingga menyebar di 43 negara lainnya.

Gejala Omicron BA.4.6

Dikutip dari Deseret News, subvarian Omicron memiliki masa inkubasi yang lebih pendek, sehingga gejala yang muncul lebih cepat dibandingkan varian lainnya. Adapun gejala Omicron yang paling umum, yaitu:

Batuk
Kelelahan
Hidung tersumbat
Pilek
Sakit tenggorokan
“Gejala terburuk adalah tenggorokan terbakar,” kata Dr Peter Chin-Hong dari UCSF.

Benarkah Lebih Berbahaya?

Direktur Scripps Research Translational Institute, Eric Topol menyatakan bahwa mutasi BA.4.6 tampaknya tidak mengkhawatirkan dibandingkan dengan subvarian BA.4 dan BA.5.

“Satu-satunya varian lain yang meningkat (level rendah) adalah BA.4.6. Peta mutasinya (lonjakan di bawah) tampaknya tidak mengkhawatirkan seperti dengan BA.4/5,” tulis Eric melalui akun Twitternya.

Di sisi lain, seorang profesor mikrobiologi dan imunologi di University of Lowa, Stanley Perlman, meyakini bahwa subvarian BA.4.6 merupakan turunan dari subvarian BA.4.

“Sejauh ini, yang kami tahu adalah bahwa di beberapa bagian AS, termasuk Iowa, tampaknya meningkat sedikit lebih banyak daripada varian lain dalam mengambil alih populasi,” kata Perlman.

“Ini adalah kelanjutan dari pandemi yang sama. Virus ini masih menghindari respons antibodi kita dari infeksi sebelumnya dan dari vaksinasi,” katanya.

Sampai saat ini masih belum banyak informasi yang menunjukan apakah BA.4.6 lebih berbahaya dibandingkan subvarian lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here