Diatur dalam SK Bupati: Tak Pakai Masker di Banyumas, Didenda!

0
44
Foto: Arbi Anugrah/detikcomSK Bupati Banyumas terkait Kewajiban memakai masker. (Foto: Arbi Anugrah/detikcom)

Arbi Anugrah – detikNews

Sabtu, 04 Apr 2020 11:55 WIB

Banyumas – Untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) Bupati Banyumas Achmad Husein menerbitkan Surat Keputusan (SK) wajib penggunaan masker saat berada di daerah Kabupaten Banyumas. Abai dengan aturan itu, siapapun akan dikenai denda.

Melalui SK tersebut dibentuk tim pemantau yang akan selalu berpatroli dan menindak warga yang ketahuan tidak menggunakan masker. SK tersebut dikeluarkan pada 31 Maret 2020, namun dalam beberapa hari terakhir masih akan dilakukan edukasi kepada masyarakat melalui masa uji coba.

“Iya, tidak serta merta, kita edukasi dulu. (Sanksinya) Saya cenderung ke denda,” kata Bupati Banyumas Achmad Husein dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Sabtu (4/4/2020).

Terkait nominal denda, Bupati masih aka mendiskusikan terlebih dahulu dengan DPRD setempat. “Angkanya nantilah. Saya diskusikan dengan DPRD dulu,” ujarnya.

Dalam masa edukasi ini, Pemkab mempersiapkan pengadaan masker untuk dibagikan kepada masyarakat Banyumas secara gratis. Masa uji coba akan berlangsung sepekan dilanjutkan penerapan sanksi. “Kita bagikan masker gratis dulu. Masa percobaan juga ada, 1 minggu. Tahap satu, 1 juta masker,” jelasnya.

Seperti dilihat detikcom, SK Bupati mulai ditetapkan pada tanggal Selasa (31/3/2020). Dalam SK tersebut setiap orang yang berada di Kabupaten Banyumas wajib melakukan tindakan-tindakan sebagai upaya agar tidak tertular Corona Virus Disease (COVID-19) dan/atau upaya yang mendukung penanggulangan penyerbarluasan Corona Virus Disease (Covid-19).

Setiap orang mengabaikan dikenakan sanksi pidana dan sanksi-sanksi lainnya sebagaimana diatur dalam UU No 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, KUHP Pasal 212, 216 dan 218, UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dan/atau ketentuan sanksi pidana dan sanksi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Tindakan-tindakan sebagaimana dimaksud adalah selalu menggunakan masker/tutup mulut dan hidung baik di dalam ruangan/rumah/kantor/gedung maupun di luar ruangan/rumah/kantor/gedung.

Warga juga dilarang mengadakan acara/kegiatan yang berupa mengumpulkan atau berkerumun orang, kecuali mendapat izin dari instansi yang berwenang. Warga juga harus segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas layanan kesehatan terdekat, bagi yang merasa sakit dengan gejala batuk, pilek, nyeri telan dan/atau nyeri persendian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here