Positive SSL
Home Blog

Demonstran di AS Ramai-ramai Protes Warga Asia Jadi Korban Serangan

0

Tim Detikcom – detikNews

Selasa, 23 Mar 2021 04:59 WIB

Jakarta – Warga Amerika Serikat kembali menggelar aksi demo untuk mengecam serangan anti-Asia. Ribuan orang di berbagai wilayah Amerika Serikat turun ke jalan untuk mengecam serangan anti-Asia yang marak beberapa waktu terakhir. Aksi protes ini digelar setelah penembakan massal di Atlanta yang menewaskan 8 orang, termasuk enam wanita Asia, pekan lalu.

Salah satu demonstran bernama Xin Hua, yang keturunan Asia-Amerika, menyatakan dirinya ‘sangat marah’ bahwa polisi di Atlanta belum juga menyebut penembakan brutal itu didasari motif ras.

“Faktanya adalah enam wanita Asia tewas,” ucap Xin yang berusia 37 tahun ini kepada AFP di Washington, di mana ratusan demonstran ikut aksi protes tersebut.

Pelaku penembakan di Atlanta, Robert Aaron Long, ditangkap pada Selasa (16/3) waktu setempat, setelah menembaki tiga panti pijat dan spa setempat.

Dia mengakui tindak kejahatannya dan telah didakwa atas pembunuhan. Namun dalam interogasi, Long membantah aksinya itu didasari oleh kebencian ras. Dia justru mengakui menderita kecanduan seks dan ingin ‘memusnahkan’ godaan.

“Saya bukan godaan Anda,” demikian bunyi salah satu poster yang dibawa demonstran dalam aksi di Washington.

“Saya pernah didekati di aplikasi kencan oleh pria-pria yang mengatakan, ‘Saya perlu menyembuhkan demam kuning saya’,” tutur serang demonstran berusia 31 tahun kepada AFP, yang menolak fetishisasi seksual terhadap wanita Asia.

Kandidat Wali Kota New York, Andrew Yang, yang juga pernah menjadi kandidat capres Partai Demokrat mengundang demonstran untuk mengangkat tangan jika melihat lonjakan kasus rasisme anti-Asia sejak pandemi virus Corona (COVID-19) bermula. Para aktivis menyebut sentimen anti-Asia meningkat di AS akibat komentar mantan Presiden Donald Trump yang berkali-kali menyebut COVID-19 sebagai ‘virus China’.

Di Montreal, menurut laporan fotografer AFP, ratusan orang juga turun ke jalanan untuk menggelar aksi protes.

“Kita memprotes rasisme anti-Asia selama bertahun-tahun, yang dipicu oleh seorang presiden pendukung supremasi kulit putih di AS, yang bersikeras menyebut virus itu sebagai ‘virus China’, yang mendorong kebencian dan serangan terhadap semua kelompok minoritas tertindas,” cetus May Chiu dari Kelompok Progresif Keturunan China di Quebec.

Termasuk Saat di Pesawat, Ini Aktivitas Tinggi Risiko COVID-19

0

Kamis, 18 Mar 2021 19:00 WIB

Yuviniar Ekawati – detikHealth

Jakarta – Kontingen bulu tangkis Indonesia tidak bisa mengikuti turnamen All England 2021 karena satu pesawat dengan orang yang terinfeksi virus COVID-19. Turnamen itu akan dilaksanakan pada 13-21 Maret di Birmingham, Inggris.

“Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Badminton Inggris dapat mengonfirmasi bahwa sejumlah pemain dan anggota tim dari Indonesia telah dihubungi oleh layanan Tes dan Penelusuran National Health Service (NHS) Pemerintah Inggris dan diharuskan untuk mengisolasi diri dengan segera,” kata BWF pada laman resminya, Kamis (18/3).

“Sesuai dengan persyaratan pemerintah Inggris, seluruh tim akan mengisolasi diri selama 10 hari sejak tanggal penerbangan masuk setelah seseorang yang melakukan perjalanan dalam pesawat dinyatakan positif COVID-19,” lanjutnya.

Pesawat, memang termasuk ke dalam tempat berisiko tinggi penularan COVID-19. Hal itu dikarenakan penularan virus Corona dapat terjadi lewat paparan udara atau airborne.

Selain saat di pesawat, berikut aktivitas tinggi risiko COVID-19.

1. Naik pesawat

Dr Sandra Kesh mengatakan perjalanan pesawat sebaiknya tidak boleh dilakukan dahulu kecuali dalam keadaan mendesak karena risiko paparan COVID19 pada pesawat tergolong tinggi. Hali ini dikarenakan dalam pesawat, penularan lewat airbone atau udara lebih tinggi.

“Saat Anda duduk di pesawat menunggu pesawat lepas landas, tidak ada pergerakan udara. Jika Anda menyalakan kipas di atas kepala, itulah satu-satunya udara yang bergerak. Ini adalah lingkungan yang benar-benar luar biasa bagi satu orang untuk berpotensi menularkan COVID-19 ke seluruh penumpang pesawat,” kata Kesh.

2. Makan bersama

Makan bersama baik di restoran maupun di rumah, bagi keduanya risiko terpapar COVID19 sangat tinggi dikarenakan saat makan orang-orang akan melepas maskernya.

“Anda akan berada di sekitar orang-orang yang sebagian besar tidak memakai masker, karena tidak mungkin mengenakan masker saat Anda makan. Berada di sekitar mereka saat makan dan berbicara intens bersama orang-orang saat makan meningkatkan risiko COVID-19,” jelas Kesh.

3. Mengobrol di ruangan tertutup

“COVID-19 jauh lebih mudah menyebar di ruangan tertutup karena orang-orang kemungkinan besar berkumpul lebih dekat, berbicara dan menyentuh permukaan seperti pintu, meja, kursi, dan lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa pesta dan pertemuan teman dan keluarga dalam ruangan lainnya menyebabkan sejumlah besar kasus baru,” sebut pedoman CDC.

Kesh mengingatkan, ventilasi udara sangat penting saat seseorang terpaksa berada di ruangan tertutup bersama yang lainnya, biarkan jendela tetap terbuka pada kondisi ini.

4. Menghadiri pesta pernikahan

Pada kondisi pandemi corona ini, acara pernikahan menjadi lokasi yang berisiko tinggi paparan COVID-19. Terlebih bagi yang melangsungkan di ruangan tertutup karena virus corona dapat menyebar lewat udara dan sulitnya menjaga jarak karena dihadiri banyak orang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut COVID-19 berisiko tinggi menyebar di ruangan tertutup. Termasuk saat menghadiri pesta pernikahan di sebuah gedung.

5. Pergi ke salon

Saat di salon, seseorang akan menghabiskan waktu yang terbilang panjang dan melakukan kontak dengan beberapa orang. Tidak sadar, mungkin orang itu sudah terpapar COVID19.

“Sekalipun Anda mengenakan masker, ingatlah bahwa itu tidak membuat Anda aman dari COVID-19, terutama pada jarak yang begitu dekat, tetapi hanya akan membantu mengurangi risiko penularan atau tertular virus Corona,” kata Kesh.

6. Nge-gym

Meski tempat gym sudah dibiarkan untuk beroperasi bukan berarti lokasi itu aman dari paparan COVID-19 karena penyebaran lewat udara tetap dapat terjadi.

“Hal yang membuat gym berbeda dari tempat lain jika banyak orang yang terengah-engah dan kami tahu bahwa semakin banyak Anda menghembuskan napas seperti itu, semakin jauh partikel virus itu menyebar,” jelas Kesh.

Warga Swedia Meninggal Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

0

Syahidah Izzata Sabiila – detikNews

Jumat, 19 Mar 2021 11:26 WIB

Stockholm – Kasus kematian usai menerima vaksin AstraZeneca kembali terjadi. Badan Produk Medis Swedia menyatakan seorang wanita yang sebelumnya berada dalam kondisi sehat, meninggal dunia hanya berselang satu minggu usai divaksin AstraZeneca.

“Ini adalah kasus pembekuan darah di arteri dan vena serta pendarahan besar, yaitu kelainan yang tidak biasa yang menjadi fokus penyelidikan EMA (European Medicines Agency atau Badan Obat-obatan Eropa),” kata Veronica Arthurson, Kepala Keamanan Obat-obatan di Badan Produk Medis Swedia dalam konferensi pers pada Kamis (18/3) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Jumat (19/3/2021)

Pada Kamis (18/3) waktu setempat, Swedia memutuskan untuk memperpanjang penundaan pemakaian vaksin AstraZeneca hingga minggu depan.

Otoritas pengawas obat-obatan Uni Eropa mengatakan pihaknya masih yakin bahwa manfaat vaksin COVID-19 dari AstraZeneca lebih besar daripada risikonya setelah penyelidikan terhadap laporan pembekuan darah yang mendorong lebih dari selusin negara untuk menangguhkan penggunaannya.

Kesimpulan ini diambil oleh European Medicines Agency (EMA) setelah penyelidikan terhadap 30 kasus pembekuan darah setelah vaksinasi yang tidak biasa. Meski demikian, pihaknya mengatakan keterkaitan vaksin dan pembekuan darah tidak bisa dikesampingkan.

“Ini adalah vaksin yang aman dan efektif. Jika itu saya, saya akan divaksinasi besok,” kata direktur EMA Emer Cooke dalam sebuah pengarahan.

Selang beberapa jam usai pengumuman itu, sejumlah negara-negara Eropa mulai menghentikan penangguhan dan akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca. Antara lain, Belanda, Jerman, Italia, dan Spanyol.

Menteri Kesehatan Belanda mengatakan negaranya akan melanjutkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca minggu depan. Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman mengatakan akan melanjutkan pemberian vaksin AstraZeneca mulai Jumat (19/3) ini. Prancis juga mengatakan akan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca, dengan Perdana Menteri Jean Castex yang akan menerima suntikan itu sendiri pada Jumat (19/3) sore waktu setempat.

Otoritas Spanyol mengatakan sedang mengevaluasi kemungkinan dimulainya kembali penggunaan vaksin AstraZeneca, sementara Siprus, Latvia dan Lithuania mengatakan mereka juga akan memulai kembali pemberian vaksin tersebut.

Dua Hari Usai Divaksin, PM Pakistan Imran Khan Positif COVID-19

0
mran Khan Foto: DW (News)

Herianto Batubara – detikNews

Sabtu, 20 Mar 2021 17:59 WIB

Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Dia dinyatakan positif COVID-19, selang dua hari setelah dirinya mendapatkan vaksinasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten Khusus Perdana Menteri Pakistan untuk Kesehatan, Faisal Sultan melalui akun Twitter-nya @fslsltn, Sabtu (20/3/2021).

“PM Imran Khan dinyatakan positif COVID-19 dan saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah,” cuitnya.

Dilansir dari AFP, pihak Kantor Perdana Menteri juga mengonfirmasi hal ini.

“Pada titik ini, kantor perdana menteri hanya dapat mengonfirmasi bahwa perdana menteri yang terhormat telah dites positif COVID-19 dan telah mengisolasi diri, kami akan menyampaikan keterangan lebih lanjut pada waktunya,” tulisnya.

Imran Khan dinyatakan positif COVID-19 hanya dua hari setelah dirinya mendapatkan vaksinasi. Imran Khan diketahui menerima suntikan vaksin Sinopharm yang diproduksi China pada Kamis (18/3).

Wagub DKI Sebut Siswa Harus Divaksin Dulu Sebelum Sekolah Tatap Muka Dimulai

0
Ilustrasi Sekolah. (Foto: shutterstock)

Luqman Nurhadi Arunanta – detikNews

Minggu, 21 Mar 2021 13:55 WIB

Jakarta – Pemprov DKI Jakarta sedang menyiapkan pola sekolah tatap muka bagi pelajar di Ibu Kota. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut siswa harus divaksin terlebih dahulu sebelum digelarnya sekolah tatap muka.

“Tentu nanti semua tenaga pendidik sudah akan dimulai 1 April akan divaksinasi seluruhnya dan pada akhirnya nanti kalau memang sekolah, tentu anak-anak juga harus divaksin dulu,” kata Riza Patria di Masjid Mujahidin, Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jaksel, Minggu (21/3/2021).

Riza menegaskan Pemprov DKI belum memutuskan terkait kapan pelaksanaan sekolah tatap muka dibuka lagi selama pandemi COVID-19. Pihaknya kini sedang melakukan uji coba pembelajaran campuran antara tatap muka dan daring.

“Kita sedang menyiapkan piloting yaitu program uji coba tatap muka secara daring atau campuran melalui offline dan online di beberapa sekolah di Jakarta mulai dari SD, SMP, SMA, SMEA, dan SMK kurang lebih nanti bisa 50 sampai 100 sekolah yang akan kita uji cobakan,” ujarnya.

Riza mengatakan keputusan sekolah tatap muka di Jakarta akan diputuskan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Nanti Pak Gubernur akan memimpin rapat karena waktunya nanti akan kita putuskan apakah di Jakarta di tahun ajaran 2021 ke depan dimungkinkan tatap muka atau masih online. Namun beberapa bulan ke depan kita akan melakukan uji coba pembelajaran secara campuran dan tatap muka secara terbatas,” ungkapnya.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya merencanakan sekitar 100 sekolah menjadi pilot project pembelajaran tatap muka di masa pandemi COVID-19. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan sekolah yang akan ditunjuk terdiri dari berbagai jenjang pendidikan.

“Nanti kita lihat, bisa sampai 50 sekolah bahkan mungkin bisa lebih dari sekolah yang ada di Jakarta, bisa mungkin sampai 100. Kita lihat berapa, nanti konfigurasinya mewakili wilayah dari SD sampai SMA, bahkan tersebar di seluruh Jakarta percontohan,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat malam (19/3/2021).

Pemprov DKI memahami keinginan pemerintah pusat untuk membuka sekolah usai vaksinasi COVID-19 selesai. Untuk itu, Pemprov DKI akan meneliti sambil menyesuaikan dengan perkembangan kasus COVID-19 di Ibu Kota.

“Sampai saat ini dimungkinkan dengan adanya kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kemendikbud, namun demikian DKI masih lakukan pengkajian pencermatan, penelitian dan sebagainya. Apakah nanti di buka atau tidak nanti kita lihat. Ini kan masih bulan Juli, masih ada waktu cukup. Kita syukur corona turun, (penyuntikan) vaksin naik. Mudah-mudahan pada waktunya nanti ada peningkatan signifikan vaksin, ada penurunan signifikan COVID, semoga bisa ambil solusi terbaik sehingga ke depan dimungkinkan tatap muka,” ucapnya.

Pakar IDI: Waspada, Corona B117 64 Persen Lebih Berisiko Fatal

0

Minggu, 21 Mar 2021 20:41 WIB

Ayunda Septiani – detikHealth

Jakarta – Ketua Satgas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menyebut soal kemungkinan orang yang terinfeksi varian baru virus Corona meninggal dunia lebih tinggi.

Hal ini disampaikan melalui unggahan di akun media sosialnya pada Jumat (19/3/2021). Berdasarkan studi terbaru terkait virus Corona varian B117 yang awalnya dinamakan VOC N501Y.V1.

“Studi terbaru menyatakan orang yang terinfeksi varian ini didapati 64 persen lebih mungkin meninggal ketimbang orang yang terinfeksi dengan varian yang beredar sebelumnya,” tulis Prof Zubairi.

Ia melanjutkan, kemunculan varian B117 tersebut berbarengan dengan tingginya okupansi di rumah sakit-rumah sakit. Sejalan dengan tingginya okupansi di rumah sakit, angka kematian pun juga mengalami peningkatan.

“Kemunculan varian ini berbarengan dengan tingginya okupansi di rumah sakit-rumah sakit dan diketahui meningkatkan angka kematian,” lanjutnya.

Meski begitu, Prof Zubairi juga menyampaikan bahwa vaksin COVID-19 Pfizer terbukti efektif melawan varian baru virus Corona COVID-19.

Pada studi sebelumnya, disampaikan bahwa virus Corona varian B117 memang lebih mudah menular. Tetapi, varian virus Corona yang telah tersebar ke hampir 100 negara tersebut tidak lebih mematikan.

“Dus. Studi sebelumnya menyatakan B.1.1.7 ini lebih mudah menular tapi tidak mematikan dan telah tersebar ke hampir 100 negara,” katanya.

Prof Zubairi berharap studi yang dirilis British Medical Journal (Jurnal Kedokteran Britania) tersebut dapat menjadi perhatian seluruh masyarakat.

Terpopuler: 48 Kasus Corona N439K di RI, Disebut IDI Lebih ‘Smart’

0

Minggu, 14 Mar 2021 05:55 WIB

Tim detikHealth – detikHealth

Jakarta – Menyusul temuan 6 kasus varian Inggris Corona B117 di Indonesia, PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengingatkan ancaman lain yaitu mutasi N439K yang lebih ‘smart’. Pakar biologi molekuler menyebut sudah ditemukan 48 kasus di Indonesia.

“Jadi dari 547 sequens yang sudah dilaporkan ke GISAID, itu ada 48 yang membawa mutasi tadi N439K di Indonesia,” kata Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Subandrio, Kamis (11/3/2021).

Diperkirakan mutasi ini sudah ada di Indonesia sejak Desember 2020, ketika isolat yang mengandung mutasi ini dikumpulkan. Meski begitu, laporannya baru didapat sekitar Maret 2021.

Tak ada bukti lebih menular

Menurut Prof Amin, mutasi N439K tidak memberikan banyak perubahan pada virus Corona. Tidak ada perbedaan signifikan terkait keganasan maupun risiko penularan.

“Kalau dari tingkat keganasannya, prevalensinya, nggak berbeda dengan jenis lainnya, tetapi dia bisa mengikat pada sel manusia itu lebih kuat, dua kali lebih kuat, dampaknya bisa menginfeksi lebih mudah,” pungkasnya.

Dikutip dari berbagai sumber, mutasi N439K pertama kali terdeteksi di Skotlandia pada Maret 2020. Mutasi ini menjadi salah satu mutasi paling umum pada receptor binding domain (RBD).

Catat! Ini 5 Gejala COVID-19 yang Bisa Terlihat pada Lidah

0
Beberapa gejala COVID-19 pada lidah. (Foto: Thinkstock)

Senin, 15 Mar 2021 11:34 WIB

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

Jakarta – Saat terinfeksi COVID-19, berbagai gejala bisa saja muncul salah satunya COVID-19 tongue. Gejala ini terjadi pada indra pengecap yaitu bagian lidah.

COVID-19 tongue ini cukup dialami banyak pasien Corona, yang menyebabkan tampilan dan fungsi lidah mengalami perubahan. Untuk mengidentifikasinya pun mungkin akan lebih sulit.

Dikutip dari Times of India, berikut beberapa tanda-tanda untuk mendiagnosis adanya gejala COVID-19 tongue ini.

1. Muncul lesi dan benjolan pada lidah

Jika mengalami infeksi aktif di tubuh, salah satu tanda yang mungkin dialami pada lidah dan gusi adalah munculnya lesi dan benjolan.

Pada beberapa kasus, orang yang terinfeksi juga bisa mengalami luka atau borok yang parah di permukaan lidah. Kondisi ini bisa menjadi tanda infeksi atau alergi tengah berkembang.

Meskipun bisa hilang dalam beberapa waktu, kondisi ini menyebabkan sensasi yang menyakitkan hingga mempengaruhi pola makan orang yang mengalaminya.

2. Mulut terasa kering

Mulut yang terasa kering juga bisa terjadi akibat adanya infeksi virus atau autoimun. Selain itu, mulut kering bisa menyebabkan bibir pecah-pecah, kekeringan, tukak lidah, infeksi gusi, dan kerusakan gigi.

Jika mengalami kondisi seperti ini, segera konsultasikan ke dokter.

3. Dysgeusia atau perubahan rasa

Dysgeusia atau kerusakan selaput pelangi adalah sensasi yang umum dialami para pasien COVID-19. Terkadang membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu, agar kondisi bisa pulih normal kembali.

Menurut studi kasus, selain mempengaruhi indra penciuman COVID-19 ini bisa menyebabkan perubahan rasa. Pasien Corona akan merasakan rasa logam pada lidah, yang mungkin membuat mereka sulit untuk mencerna makanan hingga mengganggu pola makan sehari-hari.

Pada kasus tertentu, dysgeusia dan hypogeusia (penurunan sensitivitas rasa) bisa muncul lebih awal dari gejala umum COVID-19 lainnya. Untuk itu, segera lakukan tes COVID-19 jika merasa ada rasa yang tidak biasa yang muncul pada lidah.

4. Perubahan sensasi lidah

Iritasi mulut, pembengkakan dan penggandaan patogen di dekat rongga mulut bisa membuat lidah terasa aneh. Kondisi ini juga bisa menyebabkan iritasi pada mulut, membuat bibir dan lidah lebih teriritasi dari biasanya.

5. Perubahan warna pada lidah

Satu tanda lainnya pada lidah jika terinfeksi virus adalah adanya perubahan warna pada lidah yang seharusnya berwarna merah muda.

Warna dan tekstur lidah bisa mengalami perubahan akibat adanya infeksi virus, alergi, atau peradangan bisa menyebabkan benjolan yang signifikan. Pada lidah pasien terkadang juga muncul bercak putih, hitam, atau warna gelap pada lidah.

Isyarat Trump untuk Pimpin Paman Sam Lagi di 2024

0
Ilustrasi Sekolah. (Foto: shutterstock)

Tim Detikcom – detikNews

Senin, 01 Mar 2021 20:02 WIB

Florida – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, angkat bicara dalam pidato besar pertamanya sejak mengakhiri jabatannya di Gedung Putih. Trump berbicara dalam Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC) di Orlando, Florida, pada Minggu (28/2) waktu setempat.

Seperti dilansir Politico dan Independent, Senin (1/3/2021), Trump melontarkan ‘kode’ terkait pencalonan dirinya kembali dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2024 mendatang dan kembali membahas kecurangan pilpres dan mengkritik pemerintahan Presiden Joe Biden.

Trump berbicara mulai dari mengkritik pemerintahan Biden, menyindir adanya ‘peretasan politik yang mapan’ dalam Partai Republik yang menaunginya dan kembali melontarkan klaim palsu soal dirinya menang pilpres AS 2020.

Dalam kritikannya, Trump menyebut Biden mengalami ‘bulan pertama yang paling membawa petaka bagi presiden manapun dalam sejarah modern’. Dia juga menyebut Biden ‘kehilangan Gedung Putih’.

Tidak hanya itu, Trump juga menilai kebijakan imigrasi Biden akan memicu kekalahan besar dalam pemilu sela tahun 2022 dan pilpres 2024.

Ketika memberitahu para hadirin bahwa dirinya mungkin berupaya dan akan kembali merebut Gedung Putih, Trump mendapatkan tepuk tangan meriah seakan menyiratkan dukungan penuh padanya.

“Sebenarnya, seperti yang Anda ketahui, mereka baru saja kehilangan Gedung Putih, tapi itu salah satunya — tapi siapa tahu, siapa tahu, saya mungkin memutuskan untuk mengalahkan mereka untuk ketiga kalinya, oke?” ucap Trump.

Dia kembali menyinggung prospek pencapresan dirinya saat memprediksi bahwa seorang Republikan akan memenangkan kembali Gedung Putih tahun 2024. “Dan saya bertanya-tanya siapa itu,” ucapnya. “Siapa, siapa, siapa itu. Saya penasaran,” imbuh Trump lagi.

Lebih lanjut, seperti dilansir Associated Press, Trump sebelumnya sempat memberi isyarat soal partai baru. Namun, di hadapan forum CPAC, ia mengatakan akan tetap menjadi bagian dari Partai Republik ‘yang kita cintai’.

“Saya akan terus berjuang tepat di sisi Anda. Kita tidak akan memulai partai baru,” tegasnya.

“Kita memiliki Partai Republik. Ini akan menjadi kuat dan bersatu lebih dari sebelumnya,” imbuh Trump.

Namun dia juga mengecam politikus republikan yang dianggapnya tidak setia padanya. “Kita tidak bisa memiliki pemimpin yang menunjukkan semangat lebih untuk mengutuk sesama warga Amerika daripada yang pernah mereka tunjukkan untuk membela Demokrat, media dan kaum radikal yang ingin mengubah Amerika menjadi negara sosialis,” cetusnya.

CPAC merupakan pertemuan konservatif tahunan paling terkemuka di AS. Politico menyebut bahwa sambutan meriah yang diberikan pada Trump dalam forum itu menandai totalitas dukungan dari basis Partai Republik.

Deretan Sosok Bugar yang Kena COVID-19: Pevita Pearce hingga Sandiaga Uno

0

Selasa, 02 Mar 2021 10:30 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – Tubuh bugar bukan jaminan seseorang lantas kebal COVID-19. Pasalnya, beberapa artis dan tokoh terinfeksi Corona meski rutin berolahraga dan menjalani hidup sehat.

Mengapa sih orang bugar masih bisa terpapar COVID-19?

“Itu bisa dikatakan olahraganya terlalu berat, sehingga imunitas tubuhnya turun,” ujar Praktisi kesehatan olahraga dari Slim and Health Sports Therapy, dr Michael Triangto SpKO, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Berikut beberapa artis dan tokoh dengan kondisi bugar yang terpapar COVID-19.

1. Andrea Dian

Andrea Dian termasuk salah satu artis yang pertama kali mengabarkan positif COVID-19. Selama ini, ia dikenal rutin yoga dan olahraga gym.

Dalam beberapa postingan di Instagramnya, ia kerap membagikan menu workout ideal untuk yang ingin menurunkan berat badan hingga menjaga bentuk tubuh. Ia yang juga mengidap autoimun sempat tak menyangka bisa terpapar Corona.

“Aku positif terinfeksi COVID-19. Melalui pesan ini. aku pengen orang-orang terdekatku yang aku sayangi dan orang-orang yang belakangan bertemu aku, bisa aware dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan sebelum virus ini makin menyebar. Don’t worry, I’m okay,” kata Andrea saat pertama kali mengumumkan kabar positif Corona.

Menjalani isolasi di RS Darurat Wisma Atlet, Andrea Dian akhirnya bisa kembali ke rumah dalam kondisi negatif COVID-19. Pasca sembuh Corona, ia pun masih terlihat rutin workout.

2. Wali Kota Bogor Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto positif terinfeksi virus Corona (COVID-19). Bima Arya sebelumnya dikenal gemar olahraga sepeda, ia kerap menampilkan kegiatan bersepedanya di lingkungan Kota Bogor.

Saat terpapar Corona dan menjalani aktivitas di RS, Bima Arya masih menyempatkan olahraga ringan dengan melakukan beberapa gerakan peregangan sederhana di pojok kamar tempat ia dirawat.

“Olahraga itu memicu hormon endorfin, optimis, rasa bahagia dan tingkatkan imunitas. Walau raga positif COVID-19, pikiran dan jiwa harus selalu positif,” pesannya dalam unggahan Instagram April 2020 lalu.

3. Nirina Zubir

Artis Nirina Zubir yang gemar bersepeda juga sempat terpapar Corona. Tak hanya dirinya, suaminya pun dinyatakan positif COVID-19.

Meski mengalami gejala COVID-19 ringan dan merasa sehat saat terpapar Corona, ia berpesan bagi banyak orang agar tak menyepelekan COVID-19.

Aktris 40 tahun ini berhasil sembuh dari COVID-19 dan mengaku pengalaman dirinya saat terpapar adalah pelajaran berharga.

“Semoga yang sudah kena bisa cepat pulih. Dan buat yang tidak terkena semoga terlindungi,” kata Nirina dalam postingan Instagramnya saat mengumumkan pulih dari COVID-19.

Ada juga sosok Pevita Pearce dan Sandiaga Uno yang terinfeksi COVID-19 meski dikenal rajin olahraga. Selengkapnya di halaman berikut.

4. Pevita Pearce

Artis Pevita Pearce yang menjalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga juga sempat terinfeksi COVID-19. Pevita mengaku tak menyangka karena ia juga merasa sudah melakukan protokol COVID-19 dengan baik.

“Hari kelima. Untuk seseorang yang makan makanan sehat, minum vitamin, rutin berolahraga dan mengikuti semua protokol, saya sangat terkejut bisa tertular,” curhat Pevita Pearce dalam Instagram miliknya kala masih positif COVID-19.

5. Dinda Kanya Dewi

Aktris Dinda Kanyadewi yang gemar olahraga ekstrem seperti diving mengaku pernah terpapar COVID-19. Kabar itu ia sampaikan melalui akun instagram pribadi dengan mengunggah 10 foto dengan keterangan singkat.

“24 hari,” tulis Dinda yang juga gemar climbing, dalam postingan Instagramnya.

6. Sandiaga Uno

Sandiaga Uno juga sempat positif Corona. Kabar ini ia umumkan usai sang istri lebih dulu terpapar COVID-19.

“Setelah melakukan swab test di kediaman saya sebagai tindak lanjut atas hasil positif COVID-19 Nur Asia kemarin, ternyata hasilnya menunjukkan saya juga positif COVID-19,” kata Sandiaga Uno kepada wartawan, Senin (7/12/2020).

Pria yang kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia memiliki sejumlah olahraga favorit. Seperti lari, renang, dan basket.

Dikutip dari CNN, Sandiaga Uno bahkan pernah tercatat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia di periode 2013-2017.