Positive SSL
Home Blog

Naik, Naik ke Puncak Gunung… Ada Estadio Leo Messi Buatan Guardiola!

0

Kris Fathoni W – Sepakbola

Rabu, 25 Agu 2021 12:15 WIB

Jakarta – Lionel Messi punya setumpuk pencapaian luar biasa di dunia sepakbola. Sebagai penghormatan buat La Pulga, sebuah lapangan pun dibuat di pegunungan dengan pemandangan mencengangkan.

Estadio Leo Messi. Demikian nama lapangan sepakbola yang merupakan tribute buat Messi tersebut. Lokasinya ada di pegunungan wilayah Mendoza, Argentina. Marca menyebut jaraknya sekitar 1.000 km dari Rosario, kampung halaman Messi.

‘Estadio’ ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai lapangan sepakbola. Tak ada penerangan. Tak ada garis lapangan. Gawang dan kondisi lapangannya pun bisa dibilang seadanya.

Namun, lapangan mungil ini tetap luar biasa. Letaknya yang ada di pegunungan membuat Estadio Leo Messi punya latar pemandangan luar biasa: bentang pegunungan Andes.

Nah, lapangan ini sendiri adalah buah karya dari seseorang Guardiola. Bukan Josep Guardiola, eks pelatih Lionel Messi di Barcelona, tapi Francisco Javier Guardiola yang berprofesi sebagai chef. Kedua Guardiola itu juga tak punya hubungan apa-apa selain kesamaan nama.

Estadio Leo Messi ini sendiri viral setelah Maca, putri dari Chef Guardiola, mem-posting lapangan itu di media sosial sembari men-tag selebritas Argentina.

“Ayahku bikin stadion di tengah gunung (Mendoza, Argentina) dan menamainya Estadio Leo Messi. Semoga kamu melihatnya, itu adalah impian ayahku. Menurutku ini penghormatan yang lebih baik ketimbang yang diberikan Barcelona,” tulisnya.

Francisco Javier Guardiola juga sempat diwawancarai oleh Ole. Ia membahas soal alasan di balik tindakannya membuat Estadio Leo Messi, sebagai bentuk dari keinginannya untuk memberi penghormatan buat seorang Lionel Messi.

“Aku ingin membuat penghormatan kecil buat seseorang yang sudah memberi kebahagiaan besar buat kita semua. Ia bagian dari sejarah, tak cuma di sepakbola tapi juga dalam seni.”

“Itu hanyalah penghormatan sederhana dariku. Awalnya itu rahasia, tapi putriku lantas membuatnya jadi ramai ke seluruh dunia,” tutur Guardiola si pembuat Estadio Leo Messi.

Tuntutan Hukuman Mati oleh Kejagung Dinilai Beri Efek Jera

0

Rabu 08 Dec 2021 09:09 WIB

Red: Agung Sasongko

Tuntutan hukuman mati oleh Kejagung dinilai memberi efek jera.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Arteria Dahlan, mengatakan bahwa tuntutan hukuman mati yang dijatuhkan jaksa penuntut umum (JPU) kepada terpidana kasus korupsi ASABRI, Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat bisa menimbulkan efek jera bagi pelaku kasus korupsi berskala besar.

“Saya melihat dalam satu pihak ini adalah satu spirit dan semangat institusi kejaksaan untuk bagaimana melakukan sikap terkait dengan pencegahan tindak pidana korupsi, karena memang dalam beberapa penjelasannnya tuntutan mati ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada para koruptor berskala besar,” kata Arteria dalam keterangan persnya, Selasa (7/12).

Dia berkata, JPU sah-sah saja melayangkan tuntutan mati terhadap Heru. Arteria berharap, langkah itu bisa menjadi sebuah inovasi dalam penegakan hukum kasus korupsi di Indonesia.

Ia pun berharap majelis hakim bisa memberikan pertimbangan seadil-adilnya. 

“Semangat dan politik hukum kejaksaan terkait dengan perilaku-perilaku koruptif yang berskala besar ini kan belum pernah dihadirkan, ini inovasi ya mudah-mudahan apa yang disampaikan beliau itu bisa menimbulkan efek jera, ini kan baru tuntutan bukan menjadi suatu vonis,” ungkapnya.

Norwegia Catat 50 Kasus Varian Omicron dalam Klaster Pesta Natal

0

Novi Christiastuti – detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 09:21 WIB

Oslo – Sedikitnya 50 orang di dalam dan sekitar kota Oslo, Norwegia, telah terinfeksi varian baru virus Corona (COVID-19), Omicron. Kasus-kasus varian Omicron itu diduga terkait sebuah pesta Natal yang digelar sebuah perusahaan energi di salah satu restoran di Oslo.
Seperti dilansir Associated Press, Sabtu (4/12/2021), Institut Kesehatan Umum Norwegia menyatakan bahwa orang-orang yang terinfeksi varian Omicron diketahui tinggal di Oslo dan sekitarnya.

“Tim pendeteksi infeksi di Oslo telah menghubungi wilayah-wilayah terkait untuk memulai pendeteksian infeksi,” sebut Institut Kesehatan Umum Norwegia dalam pernyataannya.

Disebutkan juga bahwa ada ‘cakupan vaksinasi yang tinggi’ dalam kelompok tersebut. Institut Kesehatan Umum Norwegia menyatakan bahwa secara keseluruhan ada ‘lebih dari 50 kasus’ yang tercatat di Norwegia.

“Lebih banyak kasus diperkirakan. Pelacakan yang efektif sedang dilakukan untuk membatasi rute penularan dan mencegah wabah besar,” demikian pernyataan otoritas kota Oslo.

Puluhan kasus varian Omicron itu diduga terkait sebuah pesta Natal yang digelar oleh sebuah perusahaan energi bernama Scatec pada 26 November lalu dan dihadiri sekitar 120 orang.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Reuters, dokter senior pada Institut Kesehatan Publik Norwegia, Peben Aavitsland, menggambarkan pesta itu sebagai ‘acara superspreader’ Corona. Lebih dari separuh tamu yang hadiri dalam pesta itu dinyatakan positif Corona.
“Pesta ini telah menjadi acara superspreader,” ucap Aavitsland kepada Reuters.

Disebutkan bahwa perusahaan yang menggelar pesta itu juga beroperasi di Afrika Selatan — lokasi awal terdeteksinya varian Omicron — dan salah satu pegawai perusahaan itu diketahui baru saja kembali dari Afrika Selatan.

Meski menjadi lokasi penularan Corona, semua tamu yang hadir dalam pesta Natal itu telah divaksinasi Corona secara penuh dan dinyatakan negatif Corona sebelum hadir. Otoritas kesehatan setempat menambahkan bahwa mereka yang terinfeksi varian Omicron sejauh ini menunjukkan gejala ringan dan tidak ada yang harus dirawat di rumah sakit.

Otoritas kota Oslo mendorong orang-orang yang mengunjungi dua restoran di Oslo, yang salah satunya menjadi lokasi digelarnya pesta Natal itu, untuk menjalani tes Corona.

Pihak Scatetc menyatakan telah mematuhi panduan pandemi dari otoritas setempat dan kini fokus mengurusi para pegawainya yang terinfeksi serta turut membatasi penyebaran virus.

Wabah terbaru ini mendorong pemerintah Norwegia memberlakukan kembali langkah-langkah pembatasan Corona. Di berbagai wilayah Eropa, perusahaan-perusahaan membatalkan pesta Natal akibat penyebaran varian Omicron.

Kronologi Kecelakaan Laura Anna Hingga Alami Spinal Cord Injury

0

Senin, 06 Des 2021 19:40 WIB

Razdkanya Ramadhanty – detikHealth

Jakarta – Kecelakaan mobil yang melibatkan selebgram Laura Anna dan Gaga Muhammad kembali menjadi topik pembicaraan publik. Pasalnya, Laura membawa Gaga ke jalur hukum.
Laura dan Gaga merupakan pasangan yang diketahui pernah menjalin kasih di tahun 2018. Namun keduanya berpisah usai peristiwa tak menyenangkan itu.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di antara Laura dan Gaga? Berikut kronologi kejadian yang menimpa pasangan tersebut.

Awal kejadian
Kecelakaan naas itu diketahui terjadi pada tanggal 8 Desember 2018 lalu di kawasan Sudirman, Jakarta, dan menyebabkan Laura Anna lumpuh setengah badan.

Diketahui saat itu Gaga yang dalam kondisi mabuk, mengemudikan sedan berwarna biru tua lalu kecelakaan. Dalam akun Instagram @Jktinfo, 7 Desember 2019, terlihat mobil Gaga menabrak dua mobil lainnya

Sempat galang dana
Akibat kejadian itu, Laura mengalami saraf terjepit yang menyebabkan dirinya tidak bisa bergerak secara normal. Sedangkan Gaga hanya mengalami luka ringan.

Hal tersebut diceritakan Gaga saat menggalang donasi di laman kitabisa.com.

“Usia Laura saat ini 19 tahun, menderita penyakit cervical vertebrae dislocation sejak hari minggu tgl 8 december dan menjalani tindakan pengobatan di RS Umum Mayapada, Jakarta Selatan,” tulis Gaga dalam laman penggalangan dana kala itu.

Disebutkan dalam laman tersebut, Laura membutuhkan biaya sebesar Rp 50 juta untuk biaya operasi dan pengobatan lainnya.

Bongkar aib Gaga
Beberapa bulan pasca kecelakaan, melalui unggahan di akun Instagram @edlnlaura, Laura Anna secara tiba-tiba meminta pertanggungjawaban dari Gaga dengan mengganti semua caption pada setiap foto yang diunggah bersama Gaga. Salah satu caption akun Instagramnya yakni, meminta sang mantan kekasih membayar seluruh biaya pengobatan yang telah dikeluarkan keluarganya akibat kecelakaan mobil tersebut.

“Tanggung jawab plis HAHAH bayar juga dah setahun lebih gak ada sepeser pun dibantu,” tulis Laura dari akun Instagram @edlnlaura.

Membalas pernyataan Laura di Instagram, Gaga kemudian membuat video kronologi kecelakaan tersebut.

Klarifikasi Gaga
Dalam video Gaga mengaku bahwa sudah tidak mabuk karena sebelum menyetir sempat makan-makan terlebih dahulu untuk mengembalikan kesadaran.

“Pertama, ya emang bener di hari itu kita semua abis minum (mabuk). Bukan cuma gue doang tapi kita semua abis minum,” kata Gaga Muhammad.

Dalam kondisi mabuk Gaga merasa lapar dan mengajak Laura Anna untuk mampir membeli makan. Selain menghilangkan rasa lapar, dia juga ingin menghilangkan pusing karena mabuk.

“Kejadiannya itu dari Blok M tempat makan dan kejadian itu (kecelakaan) baru pas di Jagorawi. Kalau buat orang mabuk itu lumayan jauh nyetirnya,” ucap Gaga menjelaskan

Dugaan Gaga soal kondisi Laura Anna
Dalam video tersebut, Gaga menjelaskan bahwa dirinya memakai seat belt dengan benar. Sedangkan sang mantan kekasih, memakai seat belt tidak lengkap hanya bagian bawah sajah.

Menurutnya, itu yang mungkin membuat Laura Anna menderita cedera lebih parah dibanding dirinya.

“Alhamdulillah, gue pakai seat belt. Laura juga pakai seat belt tapi yang pakai seat belt atasnya dibuka doang jadi cuma bawah doang. Jadi dia cuma pake yang bawah doang, atasnya nggak,” sambungnya.

Tuntut Gaga ke pengadilan
Atas kecelakaan yang menimpanya, Laura pun menuntut sang mantan kekasih ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur dan sudah menjalani persidangan pertama pada Kamis (2/12/2021).

“Spinal cord injury fighter,” tulis Laura pada bio akun Instagram miliknya.

Sedikit tentang spinal cord injury, kondisi ini merupakan kerusakan yang terjadi pada bagian dari sumsum tulang belakang atau saraf di ujung kanal tulang belakang (cauda equina). Spinal cord injury bisa menyebabkan perubahan permanen pada kekuatan, sensasi, serta fungsi tubuh lainnya di bawah lokasi cedera.

Imbas Omicron, AS Perketat Aturan Masuk untuk Pelancong Mulai 6 Desember

0

Novi Christiastuti – detikNews
Jumat, 03 Des 2021 14:53 WIB

Washington DC – Otoritas Amerika Serikat (AS) memperketat aturan masuk untuk para pelancong internasional menyusul terdeteksinya virus Corona (COVID-19) varian Omicron. Mulai Senin (6/12) mendatang, setiap pelancong internasional via jalur udara wajib memiliki hasil tes negatif Corona yang diambil sehari sebelum keberangkatan.
Di bawah aturan yang kini berlaku, seperti dilansir Reuters, Jumat (3/12/2021), para pelancong internasional yang sudah divaksinasi dan menggunakan pesawat harus menunjukkan hasil tes negatif Corona yang diambil maksimal tiga hari sebelum keberangkatan.

Sedangkan para pelancong yang belum divaksinasi harus memiliki hasil tes negatif Corona yang diambil sehari sebelum keberangkatan.

Aturan baru itu disampaikan dalam instruksi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) yang dirilis Kamis (2/12) tengah malam waktu setempat dan akan mulai berlaku pada Senin (6/12) mendatang, sekitar pukul 00.01 waktu setempat.

Instruksi yang dirilis Direktur CDC, Rochelle Walensky, itu menyatakan bahwa CDC ‘harus mengambil tindakan cepat dan tepat sasaran untuk membantu membatasi masuk dan menyebarnya varian Omicron ke Amerika Serikat’.

“Semua pelancong udara, terlepas apapun kewarganegaraan atau status vaksinasinya, akan diminta menunjukkan hasil negatif untuk tes COVID-19 pra-keberangkatan yang diambil sehari sebelum mereka naik pesawat ke Amerika Serikat,” demikian bunyi instruksi CDC.

Gedung Putih, dalam pernyataan terpisah pada Kamis (2/12) waktu setempat, menyatakan bahwa kerangka waktu tes Corona yang lebih ketat ‘menambah perlindungan kesehatan masyarakat saat para ilmuwan masih meneliti varian Omicron’.

Instruksi CDC itu menekankan bahwa varian Omicron telah ditemukan di sebanyak 23 negara. Namun instruksi itu tidak memberlakukan aturan yang sama untuk pelancong internasional yang masuk ke wilayah AS via jalur darat, seperti Kanada dan Meksiko.
Ditambahkan sejumlah sumber kepada Reuters bahwa otoritas AS masih mempertimbangkan apakah akan mengizinkan pengecualian sementara bagi sekitar dua lusin negara di mana akses tes Corona pada hari yang sama masih terbatas, namun detailnya masih disusun.

AS sejauh ini mengonfirmasi kasus-kasus varian Omicron di lima negara bagian yang berbeda, seperti California, Minnesota, Colorado, New York dan Hawaii.

RI Hati-hati! 4 Negara Asia Ini Sudah Kemasukan Varian Omicron

0

Jumat, 03 Des 2021 08:30 WIB

Ayunda Septiani – detikHealth

Jakarta – Beberapa negara saat ini bergantian mengumumkan dan mendeteksi adanya kasus varian COVID-19 Omicron. Munculnya varian Corona B.1.1.529 atau varian Omicron membuat dunia khawatir.
Varian ini pun diduga menyebar lebih cepat, dan membuat banyak negara kembali menutup perjalanan internasional.

Selain itu, varian Omicron telah diklasifikasikan sebagai ‘variant of Concern’ (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berarti berisiko lebih menular, lebih ganas atau lebih terampil menghindari tindakan kesehatan masyarakat, vaksin dan terapi.

Varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh. Para ahli telah memperingatkan bahwa banyak dari mutasi ini dapat menyebabkan peningkatan resistensi dan penularan antibodi, yang dapat membatasi efektivitas vaksin COVID yang ada.

Beberapa negara melaporkan adanya temuan varian Omicron, beberapa di antaranya ada dari Asia. Mana saja?

1. Singapura
Terakhir Singapura, pemerintah setempat belum lama ini mengkonfirmasi 2 kasus impor COVID-19 varian Omicron B.1.1.529. Kedua kasus masuk ke Singapura dari Johannesburg Afrika Selatan dengan penerbangan SQ479 pada Rabu lalu.

Kasus 271487 merupakan warga 44 tahun yang tiba di Singapura dari Mozambique, transit melalui Johannesburg. Tes di Mozambique pada 29 November hasilnya negatif.

Kasus 271598 adalah wanita Singapura berusia 41 tahun, tiba dari Afrika Selatan. Tes keberangkatan di Johannesburg pada 29 November hasilnya juga negatif.

Kedua kasus saat ini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID), dengan gejala ringan yakni batuk dan gatal-gatal di tenggorokan. Dilaporkan, keduanya sudah divaksinasi penuh.

2. India
Kementerian Kesehatan India mengungkapkan pada Kamis (2/12/2021), telah mendeteksi kasus pertama varian Omicron.

Menyadur Channel News Asia, Kamis (2/12/2021), kasus varian Omicron tersebut terdeteksi pada dua pasien di negara bagian Karnataka selatan.

“Semua kontak primer dan kontak sekunder dari kedua kasus telah dilacak dan sedang diuji,” kata Lav Agarwal, sekretaris bersama kementerian kesehatan.

Lav Agarwal mengatakan bahwa kedua pasien tersebut menunjukkan gejala ringan.

Nekat Pesta! Hampir 70 Dokter-Perawat yang Sudah Booster Tertular COVID-19

0

Selasa, 07 Des 2021 14:36 WIB

Sarah Oktaviani Alam – detikHealth

Jakarta – Puluhan perawat dan dokter di unit perawatan intensif Rumah Sakit Regional Universitas di Malaga, Spanyol, positif COVID-19. Sebanyak 68 orang tersebut dinyatakan positif usai menghadiri pesta Natal.
Kasus tersebut langsung diselidiki oleh pihak otoritas kesehatan setempat. Setelah diselidiki, 68 orang tersebut ternyata sempat menghadiri pesta Natal yang diselenggarakan pada 1 Desember 2021 lalu, dan dihadiri 173 orang.

Otoritas kesehatan mengungkapkan sebelum menghadiri pesta, puluhan orang tersebut sudah menjalani tes antigen dan mendapatkan vaksin booster. Mereka juga menunjukkan gejala-gejala COVID-19 yang tergolong ringan.

Pihak berwenang menduga sumber infeksi ini bisa saja berasal dari acara makan besar yang memang disediakan untuk para staf rumah sakit.

Untuk mencegah hal serupa terjadi lagi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez memperingatkan untuk tetap waspada terhadap virus Corona selama Natal.

“Kami tidak boleh menurunkan kewaspadaan kami,” katanya pada wartawan yang dikutip dari Reuters, Selasa (7/12/2021).

Pihak otoritas kesehatan di Andalusia juga memperingatkan para staf di rumah sakit, umum dan swasta lainnya, untuk tidak menghadiri pesta Natal semacam ini. Hal ini juga mencegah munculnya kasus baru, termasuk yang berkaitan dengan varian Omicron.

RI Hati-hati! 4 Negara Asia Ini Sudah Kemasukan Varian Omicron

0

Jumat, 03 Des 2021 08:30 WIB

Ayunda Septiani – detikHealth

Jakarta – Beberapa negara saat ini bergantian mengumumkan dan mendeteksi adanya kasus varian COVID-19 Omicron. Munculnya varian Corona B.1.1.529 atau varian Omicron membuat dunia khawatir.
Varian ini pun diduga menyebar lebih cepat, dan membuat banyak negara kembali menutup perjalanan internasional.

Selain itu, varian Omicron telah diklasifikasikan sebagai ‘variant of Concern’ (VOC) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berarti berisiko lebih menular, lebih ganas atau lebih terampil menghindari tindakan kesehatan masyarakat, vaksin dan terapi.

Varian Omicron memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein spike yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh. Para ahli telah memperingatkan bahwa banyak dari mutasi ini dapat menyebabkan peningkatan resistensi dan penularan antibodi, yang dapat membatasi efektivitas vaksin COVID yang ada.

Beberapa negara melaporkan adanya temuan varian Omicron, beberapa di antaranya ada dari Asia. Mana saja?

1. Singapura
Terakhir Singapura, pemerintah setempat belum lama ini mengkonfirmasi 2 kasus impor COVID-19 varian Omicron B.1.1.529. Kedua kasus masuk ke Singapura dari Johannesburg Afrika Selatan dengan penerbangan SQ479 pada Rabu lalu.

Kasus 271487 merupakan warga 44 tahun yang tiba di Singapura dari Mozambique, transit melalui Johannesburg. Tes di Mozambique pada 29 November hasilnya negatif.

Kasus 271598 adalah wanita Singapura berusia 41 tahun, tiba dari Afrika Selatan. Tes keberangkatan di Johannesburg pada 29 November hasilnya juga negatif.

Kedua kasus saat ini diisolasi di National Centre for Infectious Diseases (NCID), dengan gejala ringan yakni batuk dan gatal-gatal di tenggorokan. Dilaporkan, keduanya sudah divaksinasi penuh.

2. India
Kementerian Kesehatan India mengungkapkan pada Kamis (2/12/2021), telah mendeteksi kasus pertama varian Omicron.

Menyadur Channel News Asia, Kamis (2/12/2021), kasus varian Omicron tersebut terdeteksi pada dua pasien di negara bagian Karnataka selatan.

“Semua kontak primer dan kontak sekunder dari kedua kasus telah dilacak dan sedang diuji,” kata Lav Agarwal, sekretaris bersama kementerian kesehatan.

Lav Agarwal mengatakan bahwa kedua pasien tersebut menunjukkan gejala ringan.

Omicron Sudah Sampai Singapura, Yakin Belum Ada di Indonesia?

0

Jumat, 03 Des 2021 05:47 WIB

AN Uyung Pramudiarja – detikHealth

Jakarta – Virus Corona COVID-19 varian Omicron B.1.1.529 terdeteksi sudah masuk Singapura, dua kasus masuk dari Singapura. Mungkin nggak sih, diam-diam sudah ada juga di Indonesia?
Mengingat sekuens genome virus Corona di Indonesia masih relatif lemah, para pakar meyakini hal itu mungkin saja terjadi. Diam-diam varian Omicron sudah ada, tapi tidak terdeteksi.

Salah seorang pakar yang meyakini hal itu adalah Dicky Budiman, ahli epidemiologi dari Griffith University Australia. Menurutkua, genomic surveilance di Indonesia masih di bawah 1 persen.

“Kemungkinan bahwa varian ini sudah ada atau terdeteksi setidaknya 1, 2, 3 (kasus) itu ya tentu ada, karena pertama kalau bicara ketika varian ditemukan iya bukan berarti pada hari itu dia benar-benar baru muncul, kan nggak seperti itu,” kata Dicky.

Hal lain yang menguatkan dugaan tersebut adalah aturan karantina yang longgar, dan bahkan sempat semakin dilonggarkan. Meski saat ini kembali diperpanjang, aturan wajib karantina sepulang dari luar negeri sempat diperpendek.

Sementara itu, juru bicara RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dr Tonang Dwi Ardyanto meyakini belum ada laporan tidak berarti bebas varian Omicron. Karenanya, ia mengingatkan untuk waspada.

“Yang belum melaporkan, bukan berarti bebas dari kasus Omicron. Bisa saja karena belum berhasil mendeteksi. Seperti Arab Saudi, Amerika Serikat, Australia itu berhasil mendeteksi,” kata Tonang saat dihubungi detikcom, Kamis (2/12/2021).

Sementara itu, ahli paru uang juga mantan petinggi organisasi kesehatan dunia WHO Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan tanda-tanda yang perlu diwaspadai jika varian Omicron benar sudah masuk Indonesia. Tanda tersebut teramati dari hasil tes PCR (polymerase chain reaction).

“Mutasi spike protein di posisi 69-70 pada Omicron menyebabkan terjadinya fenomena ‘S gene target failure (SGTF)’ di mana gen S tidak akan terdeteksi dengan PCR lagi, hal ini disebut juga drop out gen S,” jelas Prof Tjandra.

“Tidak terdeteksinya gen S pada pemeriksaan PCR dapat dijadikan indikasi awal untuk kemungkinan yang diperiksa adalah varian Omicron, yang tentu perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan whole genome sequencing untuk memastikannya,” lanjutnya.

Gejala Tak Biasa Varian Omicron dan Cara Mencegahnya

0

Khadijah Nur Azizah – detikHealth

Selasa, 30 Nov 2021 07:09 WIB

Jakarta – Varian baru Corona B.1.1.519 atau varian Omicron menggemparkan dunia. Pasalnya varian ini diduga memiliki penularan lebih cepat dan bisa memicu reinfeksi COVID-19. Apa gejala varian Omicron?
Seorang dokter asal Afrika Selatan, Angelique Coetzee, salah satu yang pertama kali mendeteksi adanya varian ini menyebut gejala varian Omicron masih cenderung ringan tapi tidak biasa. Pasien COVID-19 yang terinfeksi varian Omicron tidak mengalami gejala batuk atau sakit tenggorokan.

Gejala varian Omicron

Nyeri otot
Kelelahan ekstrem
Tidak enak badan
Sakit kepala
“Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dibandingkan dari kasus yang saya tangani sebelumnya,” ujar Coetzee.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memastikan varian Omicron bisa memicu orang mengalami reinfeksi. Artinya, yang sudah terpapar COVID-19 bisa kembali tertular.

Risiko ini memang lebih tinggi pada varian Omicron dibandingkan varian lainnya. Infeksi varian Omicron juga diduga lebih tinggi pada usia muda dan mereka yang belum divaksinasi.

Bagaimana cara mencegah varian Omicron?

Langkah paling efektif yang dapat dilakukan individu untuk mengurangi penyebaran virus COVID-19 varian Omicron adalah dengan:

menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain
memakai masker yang pas
membuka jendela untuk meningkatkan ventilasi
hindari ruang yang berventilasi buruk atau ramai
menjaga tangan tetap bersih
mendapatkan vaksin segera.

Untuk penggunaan masker, disarankan menghindari pemakaian masker katup. Sebab jenis masker ini memungkinkan udara di dalam masker yang mungkin saja terdapat virus di dalamnya, terhembus keluar melalui lubang katup.

Para ahli paru juga sepakat bahwa penggunaan masker katup tidak efektif dalam pencegahan COVID-19. Sebab pemakaiannya justru bisa membahayakan orang lain.

“Masker dengan katup atau ventilasi pernapasan TIDAK boleh dipakai untuk membantu mencegah orang yang memakai masker menyebarkan COVID-19 ke orang lain,” tulis CDC di laman resminya.

Sesuai Arahan Jokowi, Karantina WNA-WNI dari Luar Negeri Jadi 10 Hari

0

Rolando Fransiscus Sihombing – detikNews
Kamis, 02 Des 2021 05:53 WIB

Jakarta – Pemerintah RI menambah masa karantina WNA dan WNI pelaku perjalanan dari luar negeri menjadi 10 hari terkait merebaknya virus Corona varian Omicron. Hal ini diungkap oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pemerintah mengambil langkah ini dengan mempertimbangkan semakin banyaknya negara yang mendeteksi varian Omicron. Perpanjangan masa karantina ini akan berlaku sejak 3 Desember.

“Tentunya kebijakan yang diambil ini akan terus dievaluasi secara berkala sambil kita terus memahami dan mendalami informasi tentang varian baru ini,” kata Menko Luhut dalam keterangannya seperti dilihat, Kamis (2/12/2021).

Keputusan pemerintah sebelumnya masa karantina di luar 11 negara yang sudah ditemukan kasus varian Omicron adalah 7 hari. Namun, kini keputusan itu diubah sehingga masa karantina di luar 11 negara yang sudah ditemukan Omicron menjadi 10 hari.

Menko Luhut menambahkan, sejauh ini pemerintah tidak melarang WNI untuk pergi keluar negeri. Namun, pemerintah mengimbau WNI yang berencana ke luar negeri untuk mengurungkan niat.

“Bagi masyarakat umum sifatnya masih imbauan. Jadi WNI diimbau agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri dulu, hal ini untuk mencegah dan menjaga terus terkendalinya pandemi di negara ini,” jelasnya.

Pemerintah sebelumnya mengeluarkan aturan karantina bagi WNI yang pulang dari negara yang melaporkan kasus Corona varian Omicron. Sesampai di Indonesia, WNI tersebut wajib menjalani karantina selama 14 hari.

“Pemerintah Indonesia melakukan antisipasi kenaikan kasus akibat importasi kasus dan varian COVID-19 dengan yang pertama memperpanjang durasi karantina setelah kedatangan di pintu masuk Indonesia menjadi 14 hari bagi warga negara Indonesia yang selama 14 hari terakhir melakukan transit atau perjalanan dari negara yang diketahui mengalami transmisi kasus dengan varian Omicron jenis variant of concern yang baru yang berasal dari negeri serta beberapa negara tetangga,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito melalui siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (30/11).

Negara tersebut adalah:
1. Afrika Selatan
2. Botswana
3. Hong Kong
4. Angola
5. Zambia
6. Zimbabwe
7. Malawi
8. Mozambik
9. Namibia
10. Eswatini
11. Lesotho