Positive SSL
Home Blog

Corona DKI Lampaui Korsel dan Singapura, Ini Penambahan Kasus Sepekan Terakhir

0

Jumat, 18 Sep 2020 09:43 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – DKI Jakarta mencatat lebih dari 50 ribu kasus positif akumulatif. Ada 59.472 total kasus positif Corona di DKI Jakarta, sementara kasus aktif berada di angka 12.752 kasus, demikian lapor situs resmi corona.jakarta.go.id.

Rupanya kasus Corona di DKI ini sudah melebihi total kasus di Korea Selatan dan Singapura. Korea Selatan yang sempat kembali mengalami lonjakan kasus, dilaporkan Worldometers per Jumat (18/9/2020) memiliki 22.783 kasus.

Disusul Australia dengan mencatat total kasus Corona 26.864 kasus. Sementara Singapura hingga saat ini mencatat 57.532 kasus, tetapi berhasil menekan angka kematian cukup rendah yaitu 27 kasus.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito juga menyampaikan DKI termasuk salah satu provinsi dengan laju kematian Corona tertinggi di Indonesia. Wiku menyebut ada 3 provinsi yang memiliki laju kematian Corona tertinggi di Indonesia dan perlu menjadi perhatian.

“Jika dilihat dari laju kematiannya maka Bali, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur adalah provinsi dengan laju kematian tertinggi dalam satu minggu terakhir,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden Kamis (17/9/2020).

Berikut penambahan kasus Corona di DKI Jakarta dalam sepekan terakhir.

– Jumat (18/9/2020): 1.014 kasus
– Kamis (17/9/2020): 1.113 kasus
– Rabu (16/9/2020): 1.294 kasus
– Selasa (15/9/2020): 1.076 kasus
– Senin (14/9/2020): 879 kasus
– Minggu (13/9/2020): 1.380 kasus
– Sabtu (12/9/2020): 1.205 kasus

DKI Termasuk, Ini 3 Provinsi dengan Laju Kematian Corona Tertinggi

0

Kamis, 17 Sep 2020 16:50 WIB

Nafilah Sri Sagita K – detikHealth

Jakarta – DKI Jakarta masuk ke dalam provinsi yang memiliki laju kasus kematian tertinggi di Indonesia selama seminggu terakhir. Ada 3 provinsi yang masuk ke dalam laju kematian Corona tertinggi selama sepekan terakhir.

“Jika dilihat dari laju kematiannya maka Bali, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur adalah provinsi dengan laju kematian tertinggi dalam satu minggu terakhir,” ungkap Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden Kamis (17/9/2020).

Pelayanan kesehatan yang baik dan penanganan kasus yang cepat terutama pada usia yang rentan disebut Wiku perlu diperhatikan. Hal ini dikarenakan menjadi kunci untuk menekan laju kematian kasus COVID-19.

Sementara itu penambahan kasus kematian tertinggi pertama berada di Jawa Timur. Namun peningkatan kasus tertinggi berada di Sumatera Barat.

“Dalam satu minggu terakhir jumlah penambahan kematian tertinggi itu berada di Jawa Timur yaitu 218 kematian. Namun peningkatan tertinggi ada di Sumatera Barat meningkat 150 persen dari minggu sebelumnya,” lanjut Wiku.

Sementara itu Kota Surabaya, Kota Semarang, Jakarta Pusat dan Kota Makassar masuk kepada 10 kab/kota dengan jumlah akumulatif kematian tertinggi di Indonesia.

Soal Pencekalan Bambang Trihatmodjo ke Luar Negeri, Ini Kata Imigrasi

0
Kasubag Humas Dirjen Imigrasi Arvin Gumilang (Sachril Agustin Berutu/detikcom)

Andi Saputra – detikNews

Kamis, 17 Sep 2020 18:23 WIB

Jakarta – Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM menerbitkan surat pencekalan atas putra pertama mantan presiden Soeharto, Bambang Trihatmodjo. Pencekalan itu atas permintaan Menteri Keuangan terkait pengurusan piutang negara pada SEA Games 1997.

“Dalam hal pencegahan, Imigrasi hanya melaksanakan permintaan dan perintah pencegahan dari instansi yang diberi kewenangan untuk melakukan pencegahan,” kata Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arvin Gumilang saat dimintai keterangan detikcom, Kamis (17/9/2020).

Pencekalan itu diminta oleh Menteri Keuangan dalam surat No.108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020. Pencekalan yang diajukan oleh Menkeu berdasarkan Pasal 91 ayat (2) huruf b UU Keimigrasian, selain institusi penegak hukum, Menteri Keuangan memang berwenang mencegah orang ke luar negeri. Berikut bunyi Pasal 91 ayat 2 huruf b:

(2) Menteri melaksanakan pencegahan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan dan Jaksa Agung sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Atas pencekalan itu, Bambang Trihatmodjo tidak terima dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Perkara itu mengantongi nomor 179/G/2020/PTUN.JKT. Gugatan itu didaftarkan pada Selasa (15/9) lalu. Berikut petitum Bambang Trihatmodjo:

1. Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya;
2. Menyatakan batal atau tidak sah Keputusan Menteri Keuangan No.108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020 Tentang “Penetapan Perpanjangan Pencegahan Bepergian Ke Luar Wilayah Republik Indonesia terhadap Sdr. Bambang Trihatmodjo (Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara SEA Games XIX Tahun 1997) dalam Rangka Pengurusan Piutang Negara”
3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Keputusan Menteri Keuangan No.108/KM.6/2020 Tanggal 27 Mei 2020 Tentang “Penetapan Perpanjangan Pencegahan Bepergian Ke Luar Wilayah Republik Indonesia Terhadap Sdr. Bambang Trihatmodjo (Ketua Konsorsium Mitra Penyelenggara SEA Games XIX Tahun 1997) dalam Rangka Pengurusan Piutang Negara”
4. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara ;

Cerita Nakes Kewalahan RS Penuh karena COVID-19, Pasien Dirawat di Lorong

0
Tenaga kesehatan di garis depan penanganan COVID-19 mulai banyak yang kelelahan (Foto: Getty Images/graphixel)

Rabu, 16 Sep 2020 05:50 WIB

Ayunda Septiani – detikHealth

Jakarta – Tenaga kesehatan mulai kewalahan menangani pasien Corona COVID-19. Seperti yang diceritakan salah satu perawat di RSUD kawasan Jakarta Utara. Ia menceritakan, para pasien Corona sampai harus ditaruh di lorong rumah sakit karena tidak ada lagi tempat tidur yang tersedia.

“Jujur sekarang RS penuh banget sampai aku jaga di IGD pasien sampai duduk di kursi karena nggak ada bed lagi, pasien terpaksa beberapa kita taro di lorong-lorong karena ruangan juga sudah penuh, atau bahkan di depan meja kita isinya pasien,” jelas perawat berinisial O tersebut saat dihubungi detikcom, Selasa (15/9/2020).

“Kalau pasien sesak kita langsung sibuk kocar-kacir nyari tabung oksigen. Dan jujur kita juga kekurangan tenaga karena teman kita banyak yg positif harus diisolasi atau dirawat di RS,” lanjutnya.

Diceritakan O, momen haru yang dirasakannya adalah saat pasien mengalami sesak napas, ia pun hanya bisa berkomunikasi dengan keluarga via telepon. Sayangnya, satu jam kemudian pasien tersebut lantas mengalami henti napas, dan tidak berhasil melawan COVID-19.

“Pengalaman selama ini sudah pasti takut tapi harus dihadapi, sedih sudah pasti karena tiap hari kerja ngeliat pasien-pasien datang keadaan masih sadar tapi cepat banget perburukan atau penurunan, bahkan proses pasien dari baru dateng terus meninggal itu cepat baget karena sesak berat,” tambah O.

“Kematian secepat itu biarpun sumpah kita kerja bener-bener keras buat mempertahanin keadaan pasien aku disini benar-benar cerita real,” beber O.

Bahkan, para perawat sampai harus mengalami memar-memar akibat kewalahan menangani pasien Corona yang terus meningkat tiap harinya. Mulai dari menangani pasien Corona dengan gejala ringan hingga berat.

Terkadang, ia tak habis pikir jika mendapati seseorang yang menilai virus Corona adalah teori konspirasi. Nyatanya, ia dan rekan-rekannya menghadapi bahaya nyata dari Corona setiap hari.

10 Negara dengan Kasus COVID-19 Tertinggi di Asia, Indonesia Ranking Berapa?

0
Kasus virus Corona COVID-19 di Asia. (Foto: Agung Pambudhy)

Rabu, 16 Sep 2020 09:49 WIB

Achmad Reyhan Dwianto – detikHealth

Jakarta – Virus Corona COVID-19 masih mewabah di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah kasus positif COVID-19 sudah mencapai 225.030 kasus pada Selasa (15/9/2020).

Berdasarkan data Worldometers, saat ini total kasus COVID-19 di dunia sudah tembus di angka 29.717.040 kasus. Sementara total kasus sembuh sudah mencapai 21.530.783 orang dan 938.447 lainnya meninggal dunia.

Benua Asia pun menjadi salah satu penyumbang terbesar kasus COVID-19, yakni sebanyak 8.838.865 kasus. Lebih dari separuh total kasusnya berasal dari India, yang sudah melaporkan 5.018.034 kasus COVID-19.

Berikut daftar 10 negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di Asia pada Rabu (16/9/2020) pagi.

1. India

– Total kasus: 5.018.034
– Kasus sembuh: 3.939.111
– Kasus meninggal: 82.091

2. Iran

– Total kasus: 407.353
– Kasus sembuh: 349.984
– Kasus meninggal: 23.453

3. Bangladesh

– Total kasus: 341.056
– Kasus sembuh: 245.594
– Kasus meninggal: 4.802

4. Arab Saudi

– Total kasus: 326.930
– Kasus sembuh: 305.022
– Kasus meninggal: 4.338

5. Pakistan

– Total kasus: 302.424
– Kasus sembuh: 290.261
– Kasus meninggal: 6.389

6. Irak

– Total kasus: 298.702
– Kasus sembuh: 233.346
– Kasus meninggal: 8.166

7. Turki

– Total kasus: 294.620
– Kasus sembuh: 261.260
– Kasus meninggal: 7.186

8. Filipina

– Total kasus: 269.407
– Kasus sembuh: 207.352
– Kasus meninggal: 4.663

9. Indonesia

– Total kasus: 225.030
– Kasus sembuh: 161.065
– Kasus meninggal: 8.965

10. Israel

– Total kasus: 164.402
– Kasus sembuh: 120.727
– Kasus meninggal: 1.147

Rekor! Hari Ini Ada 137 Orang Positif Corona di Banten

0

Bahtiar Rifa’i – detikNews

Selasa, 15 Sep 2020 21:53 WIB

Serang – Kasus positif Corona atau COVID-19 di Banten menyentuh angka 137 orang pada hari ini, Selasa (15/9/2020). Angka tersebut merupakan rekor tertinggi sejak ada pandemi virus Corona.

Kasus konfirmasi total se-Banten yang dilaporkan Dinkes Banten mencapai 3.633 kasus atau bertambah 137 pasien baru dibanding pada Senin (14/9) kemarin yaitu 3.496 pasien. Angka yang masih dirawat pun meningkat dengan jumlah 909 pasien. Jumlah yang sembuh mencapai 2.569 pasien dan meninggal 155 orang.

Penyebaran virus ini terjadi di seluruh Banten yaitu Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Cilegon, Pandeglang, Kota Tangerang, Tangsel, dan Kabupaten Tangerang. Dinkes Banten menyebut baru pertama kali ini penambahan kasus lebih dari 100 orang.

“Baru hari ini kasus per hari lebih dari 100 dari seluruh wilayah delapan kabupaten dan kota,” kata Kadinkes Ati Pramudji Hastuti.

Ati menyebut peningkatan jumlah kasus konfirmasi secara signifikan ini disebabkan makin masifnya swab test yang dilakukan jajaran dinas di daerah-daerah. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada mobilitas warga yang semakin tinggi yang menyebabkan penyebaran virus lebih cepat.

“Kesadaran masyarakat (juga) menurun terhadap sense of crisis pandemi Covid dalam penerapan protokol kesehatan,” ujar Ati.

Ia menilai penerapan protokol kesehatan di semua sektor ternyata belum optimal. Makanya perlu dukungan semua pihak untuk menerapkan disiplin untuk menangani Corona.

“Bagi yang positif Covid tanpa gejala atau dengan gejala ringan yang memilih isolasi mandiri untuk disiplin menerapkan tata cara isolasi mandiri yang benar, agar tidak menjadi pemicu bertambahnya klaster keluarga,” tutur Ati.

Ilmuwan China yang Kabur Rilis ‘Bukti’ Corona Dibuat Manusia

0
Dr Li Meng Yan. Foto: (New York Post)

Fino Yurio Kristo – detikInet

Rabu, 16 Sep 2020 05:30 WIB

Jakarta – “Itu (virus Corona) datang dari laboratorium, laboratorium di Wuhan dan laboratorium itu dikontrol oleh pemerintah China,” kata ilmuwan China yang membelot ke Amerika Serikat, Dr Li Meng Yan. Ia mengklaim punya buktinya dan kini merilis karya ilmiah untuk mendukung perkataannya.

Sebelumnya, ia mengaku sedang bersiap mengungkap bukti yang dipunyainya. “Saya akan pakai bukti ini untuk memberitahu orang kenapa virus ini berasal dari lab di China, kenapa mereka membuatnya,” cetus Meng Yan.

Beberapa saat setelah wawancara itu, bahwa virus Corona dibuat di lab, Meng Yan mempublikasikan artikel karya ilmiah panjang di website Zenote yang bisa diakses dan dibaca siapa saja. Tapi belum jelas apakah ini bukti yang ia maksud atau hanya untuk memperkuat apa yang ia klaim.

“Unusual Features of the SARS-CoV-2 Genome Suggesting Sophisticated Laboratory Modification Rather Than Natural Evolution and Delineation of Its Probable Synthetic Route.” begitu judul tulisannya, yang ia buat bersama dua koleganya.

“Genom tidak biasa di SARS-CoV-2 mengindikasikan modifikasi canggih laboratorium ketimbang evolusi natural,” begitu kurang lebih inti dari judul tersebut. Intinya, tulisan ini membantah virus Corona berasal dari alam melainkan modifikasi manusia di lab.

Tulisan Li Meng Yan. Foto: istimewa

“Teori berasal dari alam, meskipun diterima secara luas, kurang dukungan substansial. Teori alternatif bahwa virus ini mungkin berasal dari laboratorium riset disensor ketat di jurnal ilmiah. Namun, SARS-CoV-2 menunjukkan karakteristik biologis yang tidak konsisten dengan virus zoonotic yang muncul secara alami,”tulis ringkasan laporan ini.

“Dalam laporan ini, kami mendeskripsikan bukti genom, struktural, medis, yang ketika dipertimbangkan bersama-sama, merupakan kontradiksi kuat teori berasal dari alam. Bukti menunjukkan SARS-CoV-2 seharusnya adalah produk lab yang dibuat dari coronavirus kelelawar ZC45 dan atau ZXC21 sebagai template,” lanjut mereka.

Lebih lanjut, dituliskan oleh mereka bahwa pembuatan atau modifikasi virus COVID-19 di laboratorium kemungkinan hanya membutuhkan waktu 6 bulan.

“Pekerjaan kami ini menekankan pentingnya investigasi independen pada laboratorium riset yang relevan,” tambah mereka, dengan alasan asal muasal pasti virus Corona harus diketahui untuk mengendalikannya dan mencegah pandemi serupa terjadi lagi.

Penelitian ilmiah tentang asal virus Corona sudah dilakukan beberapa pihak. Pada umumnya, ilmuwan yakin bahwa virus ini berasal dari alam, bukan modifikasi manusia. Akan tetapi Li Meng yan dan juga sebagian ilmuwan lain sebelumnya memang ada yang meyakini Wuhan Institute of Virology adalah dalangnya.

Pemerintah China maupun laboratorium bersangkutan sudah berkali-kali membantah teori COVID-19 dibuat atau berasal dari pihak mereka. Bukti yang ada sejauh ini memang belum cukup meyakinkan untuk membuktikan mereka bersalah.

“Cerita virus Corona berasal dari Wuhan Institute of Virology adalah rekayasa. Lembaga kami tidak tahu, meneliti atau menyimpan virus ini sebelumnya,” kata Direktur Wuhan Institute of Virology, Wang Yanyi.

Yanyi mengatakan pihaknya pertama kali baru diberi sampel pada tanggal 30 Desember 2019. Setelah diteliti secara intensif, barulah mereka mengatakan kesimpulan bahwa ini adalah virus Corona baru.

“Faktanya, seperti orang lain, kami tidak tahu keberadaan virus ini. Bagaimana bisa dibilang ini bocor dari lab kalau kita tidak pernah punya?” kata dia.

Viral! Pasangan Siswa SMP di Lombok Dinikahkan karena Terlambat Pulang

0
Foto: Pasangan siswa SMP usia 15 tahun dan 12 tahun dinikahkan karena terlambat pulang di NTB. (Istimewa)

Faruk – detikNews

Rabu, 16 Sep 2020 11:00 WIB

Lombok Tengah – Pernikahan sepasang remaja di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pria S (15) dan wanita NH (12), viral di media sosial. Pasalnya, keduanya menikah saat masih SMP atau tepatnya Madrasah Tsanawiyah.

Mereka menikah karena orang tua Nur Hermawati tidak bisa menerima anaknya pulang terlambat setelah seharian bepergian dengan Suhaimi. Sepasang remaja yang masing-masing dari Desa Pengenjek dan Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah itu melangsungkan pernikahan pada Sabtu (12/9) kemarin.

Kepala Dusun (Kadus) Montong, Desa Pengenjek, Ehsan membenarkan cerita itu. Kedua sejoli ini pergi berdua pada siang hari dan pulang sekitar pukul 18.30 WITA.

NH sempat diantar pulang. Tapi orang tuanya tidak menerima dengan alasan NH akan kembali juga karena keduanya saling mencintai.

“Saya sempat sarankan agar anak ini dipisah dulu karena masih anak di bawah umur dan orang tua NH tetap ngotot. Setelah empat hari saya datangi Kadus asal Nur Herawati ini dan kadus di sana juga menyampaikan agar nikah di bawah tangan saja,” kata Ehsan pada wartawan.

Karena tidak ada titik temu saat itu, maka dirinya selaku Kadus sempat menghilang dan tidak mengurus lagi. Tiba- tiba, kakak dari S pergi ke rumah keluarga mempelai perempuan dan sepakat untuk menikahkan kedua anak itu.

“Saya juga tidak hadir saat pernikahan berlangsung. Padahal saya sudah berusaha semaksimal mungkin agar tidak terjadi,” jelasnya.

Dihubungi terpisah, S mengaku NH merupakan cinta pertamanya. Dia mengaku juga pernikahan itu juga didasari keinginannya.

“Tapi saya juga mau menikah dan tidak ada paksaan dari orang lain dengan mas kawin Rp 2 juta,” terangnya.

Sebut Ahok Banyak Bacot Tanpa Dasar, Andre Rosiade Buka Data soal Pertamina

0
Erick Thohir dan Andre Rosiade (Dok Istimewa)

Rahel Narda Chaterine – detikNews

Rabu, 16 Sep 2020 09:35 WIB

Jakarta – Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok menyerang direksi Pertamina secara terbuka. Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade meminta Presiden Jokowi mencopot Ahok karena kegaduhan yang ditimbulkan.

Komisi VI DPR merupakan mitra kerja perusahaan-perusahaan BUMN, salah satunya Pertamina.

Andre menilai Ahok sedang mencari perhatian dengan menyerang direksi Pertamina secara terbuka. Dia menyebut serangan yang dilepas Ahok tanpa dasar.

Statement-statement Pak Ahok ini membuat gaduh dan cenderung tanpa dasar. Saya paham Pak Ahok butuh panggung, tapi tolong jangan menimbulkan citra negatif untuk Pertamina. Jangan kebanyakan bacot, apalagi Pak Ahok orang dalam Pertamina,” kata Andre kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Andre menjelaskan beberapa statement Ahok yang dinilainya tanpa dasar, seperti mengatakan bahwa Pertamina lebih suka beli blok migas di luar negeri daripada eksplorasi dalam negeri. Faktanya, kata Wakil Rakyat Sumbar itu, banyak eksplorasi dalam negeri yang telah dilakukan Pertamina.

Statement Pak Ahok ini tidak benar. Dalam data yang kami miliki dalam rangka menambah produksi di hulu, pada tahun 2019 Pertamina melakukan pengeboran sekitar 240 sumur eksplorasi dan eksploitasi dengan 800 work over. Lebih dari 60% investasi di Pertamina adalah untuk hulu migas. Bahkan, untuk menambah cadangan, sepanjang tahun 2019 Pertamina melakukan studi seismik di 35 cekungan dengan panjang 31.114 km. Studi seismik yang dilakukan Pertamina ini merupakan studi seismik terpanjang di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun terakhir,” paparnya.

“Hasil studi seismik sampai menjadi produksi memerlukan waktu paling cepat 7 tahun. Oleh sebab itu, untuk menambah produksi dan cadangan hulu migas saat ini diperlukan akuisisi blok hulu migas yang sudah berproduksi, sehingga bisa langsung menambah cadangan dan produksi migas Pertamina. Akuisisi yang dilakukan oleh Pertamina di dalam negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah habis kontrak PSC-nya. Sedangkan akuisisi di luar negeri dilakukan pada blok-blok yang sudah berproduksi dan memiliki cadangan yang besar,” sambung Andre.

Selain soal eksplorasi blok migas, Ahok mengatakan Pertamina tidak pernah membangun kilang. Menurut Andre, statement ini tidak benar dan tanpa data. Pada 2019, Pertamina membangun beberapa kilang.

“Selama menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, sudah berapa kali sih Pak Ahok melakukan kunjungan ke kilang-kilang Pertamina? Setahu saya Pertamina telah membangun Kilang Langit Biru Cilacap Tahun 2015-2019. Kilang ini sudah mulai beroperasi Juli 2019 yang menambah produksi Pertamax sehingga mengurangi impor BBM. Selain itu, ada Kilang RDMP Balikpapan sudah mulai dibangun sejak April 2019 dan akan selesai pada tahun 2023 sehingga nantinya kapasitas produksi Kilang Balikpapan menjadi 360.000 bpd. Juga ada Kilang Petrokimia di TPPI (revamping aromatic) yang sudah mulai dibangun sejak tahun 2019, dan akan selesai di tahun 2022,” kata Ketua Gerindra Sumbar ini.

Lalu soal statement Ahok yang mengatakan bahwa Pertashop atau program SPBU mini tidak jalan, Andre mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya sejak diluncurkan pada Februari 2020 sampai saat ini, sudah terbangun sekitar 500 Pertashop dengan kerja sama bersama pihak swasta ataupun BUMDES, sampai akhir 2020 ditargetkan akan terbangun 4.300 Pertashop di seluruh Indonesia.

“Data soal Pertashop aja Pak Ahok bisa keliru, padahal data tersebut selalu di-update. Saya jadi bertanya-tanya siapa sebenarnya yang bisikin Pak Ahok agar Pertamina gaduh terus?” ujar Andre.


Andre juga mengkritik sikap Ahok yang disebutnya merasa paling benar sendiri. Menurut Andre, hal ini tidak elok. Komisaris dan direksi di BUMN paling tidak punya satu agenda rapat bersama dalam satu bulan.

Untuk Pertamina, menurut Andre, rapat bersama ini bahkan dilakukan seminggu sekali, setiap Kamis. Seharusnya, dia melanjutkan, Ahok mengoptimalkan rapat tersebut.

“Ahok ini selalu teriak soal banyak ‘maling’ di Pertamina. Saran saya, bila Pak Ahok memang punya bukti, sebaiknya laporkan saja ke pihak yang berwenang. Kan ada KPK, Kejaksaan, dan juga Kepolisian. Jangan tuduh sana-sini, tapi sebenarnya tidak ada bukti. Direksi Pertamina setahu saya sudah melakukan banyak upaya untuk membersihkan Pertamina melalui kerja sama dengan aparat penegak hukum. Bulan lalu Pertamina bekerja sama dengan KPK dan telah berhasil menyelamatkan aset perusahaan sebesar Rp 9,5 T. Selain itu, Pertamina juga telah mendapat sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Suap. Untuk itu saya usul sebaiknya Presiden Jokowi dan Menteri BUMN copot saja Pak Ahok daripada terus membuat kegaduhan yang tidak perlu,” ulas mantan Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti ini.

Andre meminta tak ada pihak yang merasa superior seolah-olah paling benar kerjanya, paling bersih, dan tidak pernah salah. “Pertamina tidak butuh Superman, tetapi butuh Superteam yang bersama-sama memajukan Pertamina dan Industri Migas Nasional,” pungkas Andre.

PDIP Bela Ahok: Gaduh demi Perubahan Pertamina

0
Hendrawan Supratikno (Istimewa)

Zunita Putri – detikNews

Rabu, 16 Sep 2020 09:04 WIB

Jakarta – Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade meminta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dicopot dari jabatan Komisaris Utama PT Pertamina Persero karena dinilai membuat gaduh. PDIP membela Ahok.

“Pilih mana, gaduh tapi ada perubahan ke arah lebih baik atau tenang namun penyakit perusahaan tersimpan rapi dalam laci? Hidup damai dalam status quo dengan segenap kebobrokan yang hanya bisa dirasakan atau bergejolak tetapi sedang mencari solusi di luar kelaziman? Ini dua sudut pandang pendekatan manajerial,” ujar politikus PDIP, Hendrawan Supratikno, kepada wartawan, Rabu (16/9/2020).

Menurut Hendrawan, sikap Ahok itu membawa semangat Pertamina menuju perubahan lebih baik. Sedangkan sikap Andre dinilai berlawanan dengan Ahok.

“Ahok merepresentasikan semangat revolusioner untuk memecah kebekuan. Andre ingin pendekatan evolusioner dalam kesenyapan,” katanya.

Hendrawan menilai, jika ingin perubahan baik di tubuh PT Pertamina, dibutuhkan keberanian seperti adanya sosok Ahok. Dia juga mendukung Ahok membongkar pejabat nakal di Pertamina, tapi dia mengingatkan Ahok tetap menjaga sikapnya.

“Ini seperti pedal gas dan rem. Dipakai dalam kondisi-kondisi yang berbeda. Tinggal lihat ‘sikon’-nya, untuk BUMN yang penyakitnya sudah karatan, dengan sedimen pat-patgulipat yang sudah mengerak, dibutuhkan dosis keberanian mendobrak yang tinggi. Dalam bahasa Iwan Fals, ‘bongkar!’ Meski demikian, Ahok juga harus ‘tahu batas’, jangan sampai remnya blong,” tegasnya.

Sebelumnya, Andre Rosiade meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok dari jabatan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Andre menilai Ahok telah membuat Pertamina gaduh.

“Menurut saya sebagai anggota DPR Komisi VI, ya, yang mitra BUMN bahwa tidak gunanya Presiden mempertahankan Pak Basuki Tjahaja Purnama sebagai Komut Pertamina. Kenapa? Pertama, ya, yang bersangkutan selalu membikin gaduh,” kata Andre kepada wartawan, Selasa (15/9).